Skip to main content

Posts

Showing posts with the label menepi..

Apa yang membuat manusia menjadi manusia

Tetikus yang digenggamnya sudah berkali-kali maju mundur ke kiri-kanan, ke depan-belakang, dan berputar-putar, tapi tak ada yang berubah di layarnya. Hanya baris-baris sel, angka, dan kalimat-kalimat singkat yang berjejalan di tabel berukuran 418x595 sel. “Mungkin, aku hanya bosan”, gumamnya. Ia pun melangkah ke pantry, membuka kulkas hanya untuk melihat ada apa disana, menenggak air dingin, memandang jendela, lalu kembali ke mejanya. Sudah 4 tahun ia bergulat dengan rutinitasnya. Sejak lulus dari universitas, Ia setia bekerja dengan ukuran tim yang tidak pernah besar, tidak lebih dari 30 orang. Sesekali pernah terbayang mengais nasib di organisasi yang lebih besar, namun langkahnya surut ketika melihat semakin berbelitnya birokrasi ketika organisasi membesar. Katakanlah, itu memang asumsinya sendiri. “Saya suka duduk di pojok sini, dekat jendela dan bisa melihat lebih luas ke segala penjuru”, ujarnya ketika semua anggota tim mengatur tempat duduk. Dulu Ia duduk di pi...

Le Grand Voyage

Define a journey or voyage whether it is a recreational one or the one that is changing our life forever whether it is just few kilometres away or trying to get around the world For me, a journey is not bounded by distance, nor destination a voyage is about defining direction and companionship For Muslim, Le Grand Voyage is Hajj But I feel, even Hajj is just a simulation of life Because Allah is the greatest system thinkers in this whole universe, Allah even notice how important to exhibit the lessons in life through a profound example Life is a grand voyage paved from frequent journeys that we made in our years  Companionship is temporary Some journeys with them until we part our way Then we will find others until we part again Thus we know nothing is permanent, except the direction itself The direction towards The Greatest that Allah be pleased with us ---------------------------------------------- Then I remember how Le Grand Voyag e made me f...

menepi ke pinggir

Anak itu menghampiri saya yang sedang melipat-lipat kertas membuat kincir angin untuk siswa kelas 4.  "ibu, kincir angin itu besar dan tinggi ya? ibu pernah liat dimana?" "ibu pernah lihat di jerman" "di Jerman ya bu.. Jerman itu jauh ya bu.." Mata itu binarnya tidak bisa saya lupa hingga sekarang. Pagi itu tanggal 12 Februari 2014, di Sekejati pinggiran Bandung. Sebelumnya saya cerita soal pembangkit listrik matahari dan angin dalam lingkaran besar anak-anak lincah ini. Di kelas 6, saya sibuk membagi kertas dan meminta salah satu anak untuk membantu. Siswa pria malu-malu menghampiri dan membantu saya. Hebatnya ia sangat terampil membuat kincir yang berbeda dengan yang saya pelajari malam sebelumnya. Kami pun membuat kincir sesuai model yang ia buat, dan ia berkeliling membantu teman-temannya. Kesempatan Sedikit dorongan Harapan Apalah artinya yang saya lakukan dibanding orang-orang lain yang sudah lebih konsisten dan lebih be...

Ja.rak

Seorang perempuan menatap nanar pada layar. Terkadang ia hilang pijak pada dunia. Melayang dan terbawa arus, terkadang ia kehilangan apa yang dicarinya. Perempuan itu menatap nanar sambil jarinya bergeser ke atas, ke bawah, ke kiri, ke kanan. Berpura-pura tertawa lewat tulisan. Tapi siapa yang pernah melihat raut wajahnya. Ia meletakkan benda kotak dengan jaringan satelit itu ke meja, dan beralih pada dunianya yang sebenarnya. Ia melirik sambil menahan goda untuk mencari kabar orang yang diperhatikannya sejak lama. Ia menghela dan menutup mata. Dicarinya keran air dan mulai membasuh tangan, berkumur, membasuh muka dan seterusnya. Ia hanya bisa menggelar karpet khususnya dan menutup seluruh badannya hingga tak ada pola. Mengagungkan, bersedekap, lalu meletakkan dahinya pada titik terendah. Tersedak ia karena air yang keluar dari hidungnya dan berusaha ditahannya. Namun rasa yang ada di dalam terus sudah mengumpul di dada, ia harus keluar, dan tumpahlah ia lewat dua lubang di waja...

Ruang kecil ini

Ruang kecil itu ada di dekat dapur dan ruang makan bersama. Ruang makan itu menghadap taman, sejak kecil aku ingin rumah seperti ini, tapi sekarang diberikan sebagai kantor. Dia memang Maha Baik. Di Ruang kecil itu kami menggelar karpet, ada lemari kecil dan kipas angin di atasnya. Letak lemari itu di pojok, tempat kami meletakkan pakaian shalat dan perangkat lainnya. Dulu hanya ada sajadah sekedarnya, karena dulu yang perlu shalat masih sedikit. Disini kusebut ruang kecil ke dunia lain, dari suara keyboard yang bersahutan, dari gumam diskusi atau latar belakang suara bajaj di jalan depan kantor. Disini tempat karpet karpet sujud dibanjiri tetesan air yang tidak terkontrol. Ruang kecil ini menyimpan berbagai rahasia pikiran yang sering nakal mengganggu ikhtiar. Sst dia mungkin tahu semuanya XP. Tapi bukankah ia peyimpan rahasia yang baik :) Ruang kecil ini, meski sempit dan hanya cukup untuk 3 orang dewasa berjajar, tapi ini tempat terbaik untuk berpikir dan menenangkan pi...

Lari

Belakangan aku tidur awal sekali mungkin aku rindu, padamu, dan lari kepadaMu lari dari segala ide tentangmu, tentang hidup mungkin sedikit harap yang jika digunakan logika, akan tak sampai Hanya satu cara yang aku tahu.. Aku berlari padaMu lari dari segala keinginan yang jauh di atas kemampuanku Lari dengan terburu-buru, tidak sadarkan diri, tersengal kemudian mengarung mimpi hingga terbangun dini hari Keheningannya membuatku jatuh rindu senyapnya seperti sedang mendengarkan ocehanku secara hati-hati dan jawaban yang kudengar sendiri di dalam hati Percakapan monolog dua arah mungkin namanya Sebelum semua pengeras suara bersahut-sahutan merayakan pagi aku tidak ingin terganggu Ini waktuku bercerita tentang aku dan harapanku dan juga mengoceh tentangmu Pendar bulan dalam gelapnya langit senyapmu seperti pelukan yang tiap hari aku butuh menyinari tanpa menyakiti Aku didengarkan dari tempat yang tak bisa kulihat dengan kasat mata mungk...

Ibu bilang

Seringkali Ibu saya bilang "kamu itu orangnya kebanyakan mikir, lakukan saja gak usah kebanyakan mikir." Mungkin sudah takdir saya kebanyakan mikir, terbukti kalau membaca blog ini stock pikiran itu ada saja dari yang absurd sampai yang serius. Tidak heran, bahkan waktu lahir saja saya terbalik, kepala saya masih di dalam perut saking kebanyakan mikir. :D Komentar ibu benar-benar membuat saya berpikir panjang, nah lho mikir lagi. Saya rasa benar juga, dan saya sampai pada tahap berdoa untuk diajarkan bagaimana caranya berbuat. Begini begitu, saya mulai ikut kumpulan orang yang bertukar ide, kemudian sering lari dan sepeda pagi hanya untuk melatih motorik, bantu teman dengan bisnis sosial, beasiswa, kemudian sampai 2 tahun lalu saya bertemu orang-orang dengan mental "kerjain dulu saja, kita akan belajar seiring waktu" sampai terwujud Kelas Inspirasi 1 dan 2. Sungguh modal nekat dan penuh tantangan. Alhamdulillah Allah SWT menggerakkan banyak hati untuk membes...

Limit

source: porepurpose.org Recently, I have been reading a book, In the Footsteps of the Prophet , written by an Oxford Scholar, Tariq Ramadan who is a grandson of Hasan Al Banna. This book offers lessons from Muhammad SAW story since he was born and how Allah had prepared him to become a Prophet through his life journey. I am still reading it and one of the chapter that is very interesting for me is the period of silence. Second Revelation about Al Qalam (pen) which begins with “Nuun” . Nuun, by the pen and by that which they write, You (Muhammad) are not, by the grace of your Lord, possessed. Verily yours is an unfailing reward. And surely you have sublime morals. You will soon see, and they will see, which of you is afflicted by madness. (68:1-6) Nuun, a mysterious word that no commentator-nor even the Prophet himself-is able to say exactly what they mean. God confirms the necessity of knowledge conveyed to human beings, opens the verses with a mysterious letter, Nuu...

melotot dan tersedak

Pagi ini, lamunan pagi di sela kemacetan diingatkan kembali dengan melotot dan tersedak karena membaca tulisan ini di halaman Aa Gym. Yahya bin Mu’adz menuturkan, “Sesungguhnya penipuan yang paling besar bagiku adalah terus menerus berbuat dosa dengan disertai pengharapan ampunan tanpa adanya penyesalan, dan berharap dekat dengan Allah tanpa melakukan ketaatan. Engkau menunggu berseminya benih di surga dengan menyebar benih di neraka, dan meminta rumah orang-orang yang ta’at dengan kemaksiatan, menunggu balasan tanpa amal perb uatan, dan mengharapkan ampunan dosa dari Allah Ta'ala dengan berbuat melampui batas. Engkau Mengharapkan keselamatan akan tetapi tidak berjalan di jalan keselamatan tersebut, sesungguhnya perahu itu tidak akan pernah bisa berjalan di tempat yang kering Diriwayatkan oleh Ibnu Hibban dalam Raudhathul ‘Uqalaa` (hal. 248), perkataan di sandarkan kepada Abi Al ‘Atahiyah. Selamat menafakuri dan menangisi diri ( dikutip dari  Sahabat Al...

5 times

As usual, traveled from east to central Jakarta on Sunday morning. These past two weeks, I added one route, to South Jakarta to learn and expand perspectives. Here I write my souvenir from this changing habit. Two meetings that I'd attended examined the same topic: How Moslems welcome problems Problems are inevitable, we all know that. What we seek is not the absence of problems, but that in every problem we've been going through, seek for wisdom or lessons. Stated in QS 23:115  Then did you think that We created you uselessly and that to Us you would not be returned? Challenges/problems come when we are in a process to grow, just like any other creatures, well in human it is more complex but the logic is still the same. Even when we are born, we went through challenges to come out. Cool baby! So we sat and listened to him. I don't remember his name but he is a postgraduate from Wali Songo institute. Anyway I think what he said is quite structured and si...

Jangka dan pesan ke masa depan

Kepada Diri saya sendiri di Masa depan Kalau suatu hari, kita tercerai sementara antara iman dan logika carilah surat ini. Sengaja dibuat surat terbuka agar lebih mudah mencarinya (yah kita tau sendiri sering hilang catatan-catatan dan pikiran, bahkan lupa password jika disimpan di draft). Yakin sekali di kehidupan masa depan, yang mungkin dimulai beberapa detik setelah surat ini dibuat, akan banyak tantangan. Kita tahu, seketika saat kita meneguhkan hati untuk beriman hidup kita tak akan jauh dari ujian baik kesulitan maupun kesenangan. Bicara soal hidup, ingatlah Jangka sebagai contoh kecilnya, ketika tidak terlalu cukup waktu untuk mengingat semua kalimat filsafat. Iya, Jangka yang sering kita pakai waktu sekolah dan menggambar teknik. Kita hidup berjalan terus tanpa putus, seperti lingkaran. Akan putus pada waktunya ketika jangka dicabut oleh pemiliknya, dicabut ke atas dan mudah-mudahan Dia senang dan ridha dengan perjalanan lingkaran kita. Sedikit demi sedikit kita ...

tentang otodidak

Belajar sendiri dari buku, sumber internet, lalu mencerna dengan pemahaman sendiri.. sama bahayanya dengan guru yang salah Belajar butuh teman atau guru untuk berdiskusi dan menguji pemahaman sendiri Yah setidaknya itu yang saya pikirkan belakangan ini.

Coelho words

Someday everything will make perfect sense. So, for now, laugh at the confusion smile through the tears and keep reminding yourself that everything happens for a reason (Manuscript found in Accra, Paulo Coelho)

No Rush

Before the dawn I asked for guidance, this morning my eyes stumble on this phrases. Thank You, God.  :) " A man watches his pear tree day after day, impatient for the ripening of the fruit. Let him attempt to force the process, and he may spoil both fruit and tree. But let him patiently wait, and the ripe fruit at length falls into his lap. ” — Abraham Lincoln

Batu

"Dia memberimu dengan penolakan, dan menolakmu dengan pemberian " Tidak bisa dihitung berapa kali saya mengeluh, perihal yang pelik sampai sepele. Tapi kalimat itu menyentak saya, hari minggu kemarin, di majelis pagi. Hidup memang selalu melempar kita dengan batu.  Pemahaman kita tentang hidup berawal dari tempat yang rendah. Ketika kita sibuk dengan masalah sendiri, karena sebatas itulah pengetahuan kita. Lalu batu-batu mulai dilemparkan, ada yang besar, ada yang kecil. Seperti anak-anak kecil kita marah karena sakit, dan bertanya kenapa batu? Di tempat-tempat kita yang rendah, kita hanya bisa melihat dan mendengar diri kita sendiri. Kadang marah kemudian lelah. Kemudian kita putuskan untuk berpijak di atas batu-batu itu, kadang tergelincir. Pondasi-pondasi pun terbangun, dan pandangan kita semakin tinggi. Dengan batu-batu yang terus dilempar, tempat kita sedikit-demi sedikit menjadi lebih tinggi.  Kita mulai mendengar beragam suara, dengan pandang...

Pulang

Tiap jiwa akan pulang Ketika ia tahu sebuah arti rumah pada hidupnya Bebaskan jiwanya pergi Sungguh beruntung jika ia kembali  dan mendapati engkau menanti di ujung pintunya Namun jika ia tak pernah sampai di pintumu Relakan ia mencari rumahnya Bukan salahmu Bukan salahnya Itu hanyalah cara kerja dunia Setidak-tidaknya kau tahu ia dalam keadaan suka Setidak-tidaknya kau tahu ada yang menjaganya Maka jika cerita ini terus berulang sampai waktunya Kuatlah dalam mengambil hikmah Karena Ia tidak tidur Ia bersama kita Luaskan hatimu untukNya Luruskan niatmu padaNya Tak apa jika terkadang gentar Agar kau tau seperti apa mulianya tegar Sebuah perpanjangan kalimat yang terpikirkan di ojek, dan diteruskan saat pikiran sedang melayang  Jakarta, 27 November 2012

Clueless

Siapa sih yang suka marah-marah? Buat saya yang emosional ini, marah itu sesuatu yang saya hindari karena ucapan seringkali lebih cepat dari logika, yang akibatnya: penyesalan. Paling enak kabur ke tempat sepi atau ke kamar mandi nyalain keran, api memang lawannya air. Percaya atau tidak, saya lebih cepat marah saat sedang menyetir. Tidak boleh ada yang salah di mata saya, padahal dalam jalan pikiran seperti itu kesalahan lebih sering ada pada saya. Menyeramkan sekali saat sadar bahwa sumbu marah saya menjadi semakin pendek.   Apa sih yang menyebabkan marah? Setiap orang pasti berbeda-beda ya. Buat saya keadaan yang paling tidak menyenangkan adalah saat berada dalam keadaan clueless pada hal yang menjadi perhatian saya. Clueless kenapa orang-orang bisa berbuat seenaknya di jalanan? Clueless kenapa si fulan melakukan perbuatan tidak menyenangkan? Clueless kenapa rencana begini jadi beginu? Clueless kenapa begina beginu begono? Terkadang ada satu nasehat yang sering dilupakan,...

Why shaum?

This is what i've got from @QueenRania twitter account (queen of Jordania) a link to viral video from @UNICEF about severe famine and worst drought that have been happening in Africa, especially Kenya and Somalia. I know here in Indonesia we still have millions of people in hunger too. But just spent couple of minutes to watch this video. I shed a tears in a second, I should repeat 'Alhamdulillah' trillions times if I compare them to my life now. Compare to our condition now, able to live without hunger, desperation, fatigue, and frustration. This is why shaum is mandatory for us, Moslems, to feel hunger, to have a deep understanding about others who've been living in hunger. Can you imagine, you are so hungry while there are weapons watching you from all over the corners because of an endless civil war, streets cover with dust, and to live without water? For me that is beyond my definition of suffering. We just have to experience hunger, not civil war or worst drough...

backup

1 jam 45 menit waktu saya dimanfaatkan untuk mengamankan arsip tulisan saya di blog ini. Peristiwa hilangnya tulisan saya setelah terjadi masalah pada blogger membuat saya panik, untungnya hanya sementara. Panik karena ternyata saya tidak menyimpan tulisan saya di komputer, hanya mengandalkan database blogger. Oh ya tentu saya jadi melihat periode-periode hidup saya sejak blog ini dibuat tahun 2007. Dimana terjadi transformasi gaya bahasa dan topik yang dibicarakan. Begitu kacaunya tulisan saya saat pertama kali dibuat, sambil menyindir batari dan yasmin (2 orang yang membuat saya ingin menulis di blog) bahwa tulisan mereka serius, dan ternyata sekarang tulisan saya mulai serius. BAH! :)) Fakta lain, periode tergalau adalah Mei - Desember 2010, yang ada di dekat saya pada periode itu pasti mengerti dan hanya mengelus dada melihat tulisan saya disini, serta gak berani nanya. Galau amat sih gue. HAHAHAHAHA Alhamdulillah sudah lewat. :) :) :) 2011 be nice, be nice. Full of energy an...

pars pro toto

pars pro toto (latin) : part (taken) for the whole (definisi diambil dari merriam-webster) Sewaktu kuliah pasti ingat ada ilmu yang menerapkan konsep 'pars pro toto' untuk mencoba mengidentifikasi pola atau bentuk dari suatu sistem. Tapi tentu tidak sembarang, perlu rentetan pengujian agar gambaran sistem dapat dinyatakan telah mewakili sistem sebenarnya, atau suatu sampel telah mewakili seluruh populasi. Tidak ubahnya saat ini di masyarakat. Nila-nila, jelaga-jelaga yang mengambang di atas bejana berisi susu, begitu menarik perhatian siapapun yang melihat sekilas. Apakah saya bisa menyatakan bahwa bejana itu berisi jelaga semuanya, ataukah saya bisa bilang bahwa bejana susu itu sedikit berjelaga namun dapat dimurnikan kembali? apakah saya akan mengambil kesimpulan pars pro toto terhadap berbagai prasangka yang bebas mampir di pikiran saya? wallahu'alam semoga bisa tetap waras untuk menguji segala prasangka dengan rangkaian fakta sebelum benar-benar menilai. who am i ...