Skip to main content

Posts

Showing posts with the label monolog

unequivocal

Often I am afraid with my energy, it flares, sometimes pushing other without me noticing While you, you stay like a cool breeze your steadiness is abiding I am the one who hold the book open while you, you remain a mystery that force us learning to be unassuming with each other invite me to submit and look deeper, to listen to feel to observe, closer you, is you like me we are unequivocal human being with history, feelings, and aspirations we live with our own wounds from the past walking toward future upon those scars it will not be easy but aren't we learn the most from difficulties? I hope we both have the courage to think to discuss to learn these will not come fast, nor I expect you to be but, i am sure that your simplicity will overcome my shelves of worry despite my limitations, do i have something to offer?

an open question

What does it take to make an employee feel worthy in their position? Or that is actually not the right question. Years ago, my former senior was always asking "what do you like to do here? use this office to grow" everytime he asked this my mind started wandering, although it was nice to hear, but to be very honest I did not see its practicality. then I asked "if I want to do what I like, then who will take my tasks now?" He only answered with uncertainty. Then my premise was right. It is nice to do what I like, but one should always prioritise doing what is necessary. Once he tried to tackle my task, dealing with spreadsheets, hundred sites to be monitored. Data and monitoring numbers were not familiar in my field, the relationship business. I once designed and working on a database with my software developer consultant, based on what I had learned in my campus. Then I took a 2-weeks leave, it was rebuilt to spreadsheet format. M...

Defy

Run Walk fast Aim something Nothing grow in stagnancy Seek for challenge Get yourself together Stop mingling to memories Those will fade People left So are you Though some memories are refuse to vanish Patience Maybe it's destiny that you should make peace with them Something await now and then Defy your weak-self Assure those who kept you that you will always carry home wherever you go Love will embrace Love will grow in unknown places Hug that wish in silence As you wait for the dawn That will brings you hope, everyday. 

Akibat perjalanan

Impian sejak kecil adalah  1. Kalau aku naik pesawat pertama kali harus ke Mekkah. Sudah. 2. Sering naik pesawat dibayarin orang lain seperti Bapak. Sudah Tidak menyangka dua impian seorang anak kecil ini bisa membentuk perspektif sedikit demi sedikit. Tiap perjalanan artinya perspektif baru, cara pandang bertambah, dan hidup terasa berbeda.  Perjalanan darat 14 jam dari Palu sampai Toli-toli pun yang membuat saya mengambil jalan ini, bekerja di sektor pembangunan masyarakat. Hampir terjun ke jurang, menembus hutan tengah malam, atau singgah di desa yang hanya punya listrik 2 hari dalam seminggu. Bahwa setelah berkali-kali melakukan perjalanan, melihat dari jendela, berinteraksi, merasakan hidup dengan udara yang berbeda, mencoba bicara dengan dialek yang sama, hidup menjadi semakin berbeda. Dan perjalanan menjadi bukan sekedar hotel dan obyek wisata atau foto-foto bersama teman. 1-2 obyek wisata sudah cukup memuaskan asal saya bisa berlama-lama meresapi d...

searching.....

Woman, if you grow up the type men want to love, you can let them love you. Being loved is not the same thing as loving. When you fall in love, it is discovering the ocean after years of puddle jumping. It is realizing you have hands, it is reaching for the tightrope when the crowds have all gone home. Do not spend time wondering if you are the type of woman men will hurt. If he leaves you with a car alarm heart, you'll learn to sing along. It is hard to stop loving the ocean, even after it has left you gasping, salty. So forgive yourself for the decisions you've made. The ones you still call mistakes when you tuck them in at night and know this; know you are the type of woman who is searching for a place to call yours. Let the statues crumble. You have always been the place. You are a woman who can build it yourself. You were born to build.

Kenapa kita kecewa?

Sebuah pikiran meluncur masuk begitu saja ke otak, melalui orang-orang yang cerdas dan mampu menjelaskan perihal hakikat hidup. "Ruh manusia berasal dari surga, disanalah kesempurnaan ada. Ketika ia diturunkan ke dunia, maka ia mencari kesempurnaan seperti yang ia temukan di daerah asalnya. Ia terus mencari kesempurnaan di dunia, karena itulah ia sering kecewa sedangkan dunia tidak diciptakan untuk kesempurnaan. Manusia diturunkan ke dunia ini untuk diuji, dan waktu di dunia hanya sementara. Maka rugi sekali ia yang terus-terusan memaksa untuk mendapatkan kesempurnaan atas apapun di dunia, karena itu tidak akan pernah ada di sini. Kesempurnaan hanya ada di sisi Allah SWT, di surga, di tempat ia kembali." Itu juga kalau kita mampu kesana ya.. Oh... lalu saya pun gemetar mendengarnya.. Saya harus ingat ini seumur hidup.

Awam

Kapan terakhir kali merasa awam? Maksud saya bukan sekedar tidak tahu, tapi merasa "oh, kemana saja saya selama ini. Gw gak tauuu banget iniii. Ah gini aja belom bisa. aakh bodohh banget sih jadi orang " dan sebagainya. I was and still am, recently in light desperation. Memang kalau mau (merasa) pintar jangan belajar. Karena belajar tidak akan menyelesaikan masalah soal ketidaktahuan. Faktanya, belajar akan membuat kita selalu merasa tidak tahu. Nah itu risikonya. Dan menelan risikonya tidak semudah itu juga. Oh.. Dan terbukti tafsir Al 'Asr ayat ketiga. Iman saja tidak cukup, harus saling menasihati untuk beramal shaleh, beramal shalih juga tidak cukup, harus saling wasiat-mewasiati dalam kesabaran. Sabar dan shalat. Sabar ditulis sebelum shalat. Super duper ultimate ini si sabar. Pak QS bilang sabar adalah menahan gejolak dari hal yang menghalangi kita untuk melakukan/mendapatkan hal yang baik atau lebih baik. Sabar itu cermin kekuatan, makanya berat kan....

Lari

Belakangan aku tidur awal sekali mungkin aku rindu, padamu, dan lari kepadaMu lari dari segala ide tentangmu, tentang hidup mungkin sedikit harap yang jika digunakan logika, akan tak sampai Hanya satu cara yang aku tahu.. Aku berlari padaMu lari dari segala keinginan yang jauh di atas kemampuanku Lari dengan terburu-buru, tidak sadarkan diri, tersengal kemudian mengarung mimpi hingga terbangun dini hari Keheningannya membuatku jatuh rindu senyapnya seperti sedang mendengarkan ocehanku secara hati-hati dan jawaban yang kudengar sendiri di dalam hati Percakapan monolog dua arah mungkin namanya Sebelum semua pengeras suara bersahut-sahutan merayakan pagi aku tidak ingin terganggu Ini waktuku bercerita tentang aku dan harapanku dan juga mengoceh tentangmu Pendar bulan dalam gelapnya langit senyapmu seperti pelukan yang tiap hari aku butuh menyinari tanpa menyakiti Aku didengarkan dari tempat yang tak bisa kulihat dengan kasat mata mungk...

Jangka dan pesan ke masa depan

Kepada Diri saya sendiri di Masa depan Kalau suatu hari, kita tercerai sementara antara iman dan logika carilah surat ini. Sengaja dibuat surat terbuka agar lebih mudah mencarinya (yah kita tau sendiri sering hilang catatan-catatan dan pikiran, bahkan lupa password jika disimpan di draft). Yakin sekali di kehidupan masa depan, yang mungkin dimulai beberapa detik setelah surat ini dibuat, akan banyak tantangan. Kita tahu, seketika saat kita meneguhkan hati untuk beriman hidup kita tak akan jauh dari ujian baik kesulitan maupun kesenangan. Bicara soal hidup, ingatlah Jangka sebagai contoh kecilnya, ketika tidak terlalu cukup waktu untuk mengingat semua kalimat filsafat. Iya, Jangka yang sering kita pakai waktu sekolah dan menggambar teknik. Kita hidup berjalan terus tanpa putus, seperti lingkaran. Akan putus pada waktunya ketika jangka dicabut oleh pemiliknya, dicabut ke atas dan mudah-mudahan Dia senang dan ridha dengan perjalanan lingkaran kita. Sedikit demi sedikit kita ...