Skip to main content

Posts

Showing posts from May, 2009

Celebes-Sulawesi

Sekarang saya sudah di Bandung lagi setelah menikmati garis pantai yang panjang dan jernih, tenangnya arus laut, deretan kapal nelayan yang bergoyang lembut dilatari oleh langit yang benar-benar biru. Celebes. Ah, sudah saatnya visi negara ini kembali ke soal maritim.

Meet Kaysa Tabina Syahbanda

She's my lovely-little-niece. Kaysa berarti wanita cerdas (berilmu pengetahuan) Tabina dari Tabi'in yang artinya pengikut Nabi Muhammad SAW Syahbanda diambil dari nama ayahnya (kakak laki-lakiku) yang lahir di bulan Sya'ban (sebelum Ramadhan). Dia anak yang berlimpah cinta, cucu pertama dari kedua keluarga. Dibesarkan sejak dalam kandungan dengan lantunan Qur'an, tidur nyenyak dengan shalawat, berhati lembut dan penyayang, anak yang ceria dan mudah bergaul. Ia akan bertanya macam-macam jika melihat orang menangis. Dia punya bakat pemimpin dan kreativitas yang luar biasa. Ia bisa menciptakan lagu dari satu kata yang ada di pikirannya. Ia pendengar yang baik dan penurut. Senakal-nakalnya Kaysa, ia mudah dibujuk dengan penjelasan berdasarkan logikanya. Ia anak yang tegar, saat sedih ia akan termenung dan orang yang melihatnya akan merasakan kesedihannya hanya dengan melihat wajahnya. Ia anak yang ceria, senang berkeliling rumah sambil bernyanyi tak lupa difoto dan bergay

Kini ku tahu : Inspirasi kebahagiaan anak

Sekian lama saya mencari, siapakah pembuat odong-odong -mainan yang menjadi trend di abad 21 ini-. Saya kagum sekali padanya, jeli melihat peluang. Di tengah kesepiannya dunia anak-anak, saya rasa ia datang membawa angin segar beserta padang rumputnya. Berbagai jenis odong-odong saya kagumi, dan betapa anak-anak tergila-gila pada mainan ini membuat popularitas mainan rakyat ini meningkat tajam. Perhatikan anak-anak saat para penarik odong-odong ini lewat. Mata berbinar, mulut menganga, jantung berdegup kencang, dan secepat kilat mereka akan menarik lengan ibunya menuju kesana. Odong-odong adalah fenomena perkotaan yang muncul di tengah maraknya mal sebagai tempat bermain anak-anak. Berbagai jenis odong-odong ditawarkan, ada yg seperti main carousel, ada yg mandi bola, ada yg seperti bianglala dan saya yakin masih banyak jenis lainnya. Kreativitas memang nadi orang Indonesia, sebutlah itu hasil "the power of kepepet", itu pun tak apa. Maka tak heran Ibu Menteri Perdagangan, Ma

Gak usah minta maaf

"Gak usah minta maaf yang membuat lo terkesan mengalah. Terima argumennya sehingga lo paham dan mengerti. Gak ada salahnya kan?" -Pernyataan dari salah seorang teman di perjalanan pulang Kalimat ini salah satu hal yang belum pernah terpikir oleh saya. Saya pikir meminta maaf adalah satu-satunya cara untuk melunakkan hati lawan bicara. Tapi tidak selalu benar dan tepat dilakukan pada kenyataannya. Nasihat teman saya ini membuka jendela baru di ruang komunikasi saya. Patut dicoba kan?

Pertanyaan untuk Insinyur (?)

Pertanyaan yang belum terjawab oleh saya. Paragraf ini dicukil dari buku "Orang-orang Proyek" oleh Ahmad Tohari (2002). Mengapa banyak insinyur dari generasi berikut lebih suka memilih sikap pragmatis, baik dalam karir maupun kehidupan pribadi? Mungkin karena zaman sudah berubah. Pragmatisme sudah nyata hadir, sehingga orang-orang yang idealis tampak sebagai makhluk yang aneh, lucu, bahkan blo'on. Pada zaman yang serba gampangan, orang-orang berhati lurus seakan terkategorisasikan sebagai mereka yang melu edan ora tahan, yen tan melu anglakoni boya kaduman milik . Mungkin juga sikap pragmatis sebagian insinyur disebabkan meriahnya contoh dari atas. Keluarga presiden, menteri, jenderal, gubernur, anggota DPR, pengusaha yang kongkalingkong dengan pejabat, hidup dalam pragmatisme yang sangat kental. Oportunis dan mumpung sebagai anak kandung pragmatisme sangat mereka akrabi. Luar biasa kaya, konsumtif, kemaruk, dan terkadang sikap sangat tega terhadap kelompok masyarakat