Skip to main content

Pulang

Tiap jiwa akan pulang
Ketika ia tahu sebuah arti rumah pada hidupnya
Bebaskan jiwanya pergi
Sungguh beruntung jika ia kembali 

dan mendapati engkau menanti di ujung pintunya
Namun jika ia tak pernah sampai di pintumu
Relakan ia mencari rumahnya
Bukan salahmu
Bukan salahnya
Itu hanyalah cara kerja dunia
Setidak-tidaknya kau tahu ia dalam keadaan suka
Setidak-tidaknya kau tahu ada yang menjaganya

Maka jika cerita ini terus berulang sampai waktunya
Kuatlah dalam mengambil hikmah
Karena Ia tidak tidur
Ia bersama kita
Luaskan hatimu untukNya
Luruskan niatmu padaNya


Tak apa jika terkadang gentar
Agar kau tau seperti apa mulianya tegar


Sebuah perpanjangan kalimat yang terpikirkan di ojek, dan diteruskan saat pikiran sedang melayang 
Jakarta, 27 November 2012

Comments

"tak apa jika terkadang gentar, agar kau tahu seperti apa mulianya tegar."

Atieek, aku padamuu. :*
"Tak apa jika terkadang gentar, agar kau tahu seperti apa mulianya tegar."

Atieek, aku padamuu. :*
atiek said…
aku padaamu juga bataa *hugs* :*

Popular posts from this blog

Wisdom of nature

Life is not meant to be seen only from one side, it is resembled in our earth form, that is round and floating Life is meant to be on the move, no matter how slow it is To see that it has its continuum of time That the state of life is temporary As the earth rotates dilligently The darkness is certain, so as the light Difficulties will soon fade, just like happiness Life is meant to be a journey As our earth travels in tranquility It does not move in random, it surely has its own path Its orbit.. To travel cautiously, not to collide with other planets and space objects The earth knows exactly its mission to bring various seasons for human by dilligently rotates and orbitting to send warning about darkness that comes in our way to give hope at dawn to remind people aboutl illussions in our eyes The philosophy of nature is only can be seen when we pause escape to make space in our life and reflect in iteration The image become words the events become senten...

Idola Cilik, sudahkah adil?

Sore ini selepas pergi bersama teman untuk menonton pertandingan tenis, saya menemukan para penghuni kos sedang berkumpul di ruang tengah untuk menyaksikan idola cilik. Saya merasa kangen nonton acara ini, karena dulu saat belum masuk babak 14 besar,saya sering sekali menonton acara ini.  Sebuah ajang bagus untuk pengembangan minat dan bakat anak-anak, sekaligus memberikan inspirasi bagi ribuan pemirsa kecil lainnya yang terlalu bingung dijejali sinetron-monolog-yang-mengumbar-gambar-orang-melotot. Lucu dan menyenangkan sekali pada awalnya, hingga pada sore ini pandangan saya terusik pada sistem eliminasi idola cilik. Menit demi menit saya mencoba menikmati rangkaian babak hasil "result show", tapi yang berputar di kepala saya hanya "kenapa begini? kenapa begitu?" Berdasarkan informasi yang saya kumpulkan dari teman-teman kos yang mendukung Cakka dan Obiet, serta satu orang yang mendukung Irsyad. Saya coba buatkan rangkaiannya. Para kontestan cilik diberi kesempatan...

Pledoi para lajang

Sangat mudah untuk menghakimi perempuan-perempuan lajang yang sudah mencapai (bahkan melewati) usia umum untuk berkeluarga. Mereka yang terlihat asyik dengan hidupnya dan dianggap tidak mau bersuami atau menjadi ibu. Sebagian mungkin memang seperti itu, tetapi beberapa umumnya berkebalikan dengan apa yang dituduhkan. Seperti hal nya rezeki, ada jodoh yang ditahan ada yang disegerakan. Sebagian perempuan menjalani hidupnya dengan jodoh yang disegerakan, sebagian lainnya masih ditahan. Suka atau tidak itu sistem yang ada di dunia, dan saya rasa Tuhan punya maksud yang baik atas ini. Menerima kondisi tersebut adalah kewajiban bukan hanya bagi perempuan yang menjalaninya, tapi seluruh manusia. Ada yang bilang perempuan yang ditahan jodohnya ini sebagai orang yang tidak pernah mencari, terlalu pemilih, sudah ‘terlalu’ mandiri, dan berbagai ungkapan kreatif lainnya. Lain dari itu, kalau membeli baju saja dipilih, apalagi suami yang akan jadi ayah dan imam keluarga? Orang yang akan ...