Skip to main content

Posts

Melatih rasa

“hhhh… kenapa sih harus gitu-gitu amat bacaannya, Allah juga ngerti lah bacaan Al Quran kita” Sambil bersungut-sungut dalam hati, saya duduk bersama muslimah lain di masjid kecil tempat salah satu ustadz mengajar materi pesantren akhir pekan. Sambil duduk berjajar, masing-masing diuji lafal huruf, tanda baca (tajwid), dan panjang pendeknya. Teman sebelah sudah fasih sekali karena les di tempat lain. Saya si pembangkang ini berpikir keras, hal yang terlihat mudah ini kenapa susah sekali. “Gw kan belajar iqra dari kecil, lha ini kenapa jadi susah amat!” Di pesantren akhir pekan ini, fasilitasnya menggunakan fasilitas santri usia SMP. Terkadang kami bertemu dengan mereka yang sedang bersiap-siap, atau mencuci baju. Kami tidur di ruang kelas mereka, mandi juga di kamar mandi mereka yang kecil dengan ember yang harus bergantian dengan kamar mandi sebelahnya. Seadanya saja. Sebenarnya malu sih kalau mengeluh terus, melihat anak-anak ini yang terlihat bahagia saja. Untuk urusan maka...

Tasyahud

Dari pintu ATM, aku memandang dari kejauhan Seorang lelaki paruh baya berbaju takwa putih dan peci haji memasuki lobi rumah sakit dengan tongkatnya Tatapannya jauh. Iya, Itu bapakku Sore itu, aku tiba-tiba menelan ludah melihat pemandangan tersebut. Bapak menua dalam sunyi. Hanya sesekali beliau sampaikan untuk belikan obat-obat tertentu sepulang saya atau kakak dari kerja “Titip obat maag kalau sempat” “Titip obat sendi” “Titip pereda rasa sakit” “Titip antibiotic” “Mau diurut” Ayah menua tanpa banyak kata. ------------ Kali itu giliran aku mengantarnya ke dokter. Hari minggu sebelumnya beliau jatuh ketika sedang bersepeda. Beliau sedang memberi petunjuk pada sekelompok pesepeda yang mencari jalan ke Marunda. Malang, dan mungkin sudah takdirnya, ada kayu balok melintang di jalan khusus sepeda itu. Manusia memang kadang diuji oleh hal-hal paling sederhana. Kun Fayakun, siapa yang bisa menghindar dari kehendakNya? Pagi itu, kami menerima telepon. Suara seseoran...

Dimensi dan Kontinum

Saat ini, kecepatan merupakan hal yang digadang-gadang menjadi aspek paling penting dalam mencapai keunggulan. Tidak mengherankan, karena derasnya informasi dan mudahnya akses seharusnya memudahkan banyak orang mengambil informasi untuk membuat keputusan. Bisnis menjadi cepat, kemampuan sebagian orang untuk meningkatkan kompetensinya menjadi tak berbatas. Namun, pertanyaan selanjutnya muncul. Benarkah kecepatan adalah hal yang paling utama sebelum masuk ke kriteria lain atas sebuah keunggulan? Menurut saya, jawabannya adalah tergantung.  Ada kecenderungan yang paling menggelitik,yaitu kecepatan dalam menilai orang lain. Unggul atau tumpul? Seringkali, kecepatan informasi tidak memberi dampak baik. Kecepatan dan ragam informasi tidak membuat manusia lebih bijak. Tidak lebih bijak dalam bereaksi, tidak lebih bijak dalam mengambil kesimpulan. Dunia serba cepat inilah juga yang membuat sebagian orang senang mendikotomikan orang secara ekstrim. Dia benar, dia salah. Dia jaha...

Lalai

Entah apa yang sudah saya lakukan di Ramadhan tahun ini. Hari-hari siang seperti larut dengan pekerjaan yang tidak ada habisnya, sejak pagi hingga malam. Tilawah terseok-seok seperti mati segan hidup tak mau. Berkali-kali guru mengingatkan, tapi waktu tidak banyak disempatkan. Mencoba menebus dengan hadir di barisan jamaah dengan lantunan ayat yang tartil. Tapi karena jaraknya yang jauh dari rumah, badan lelah langsung rebah saat tiba di rumah. Shalat malam sebelum sahur pun hanya sempat segelintir rakaat, itu pun tergesa karena ibu memanggil agar bergegas untuk makan sahur. Lepas shubuh harus segera siap mengejar kereta, atau berlomba agar mobil tidak terjebak di keramaian jalanan ibukota. Kereta yang sesak tidak memungkinkan penumpangnya membaca di dalam kereta. Begitu terus separuh bulan ini.   Ibadah memang banyak bentuknya, tapi tugasku tidak semulia ibu yang menyiapkan makanan buka atau sahur atau merawat keluarga. Mestinya sempat, mestinya disempatkan. ...

Get the best of your Umrah

I just got back from my 2015 Umrah trip and feel the urge to write what I have taken from it. My first Umrah was in 2007. My father had planned to take his three children to Al Haramain, the two holy cities for Muslims in Mecca and Medina. I was in my 3 rd year in university, and my two brother and sister were unable to join me and my parents. So the three of us were going to Al Haramain. I wasn’t a knowledgeable Muslim back then nor now, I just want to fulfill my wish to visit Mecca for my first flight experience. I knew only basic things like shalat, fasting, and awful ability to read Qur’an properly. During my first trip, I just followed my parents. It was different experience in 2015. After 8 years, I came back to Mecca and Medina. I was with my sister and my father. A lot of things had changed, but most importantly maybe my heart and perspective had changed too. There are few tips and tricks that I have observed to get the most of my Umrah experience. It might be benefic...

Ambisius?

Anak itu sedang menekuri soal Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru saat istirahat siang. Tahun ini universitas negeri atau tidak sama sekali. Tekad itu sudah ditekankan olehnya sendiri, dan diamini Bapak. Berangkat sekolah jam 6 pagi dan pulang pukul 10 malam. Begitu terus sepanjang hari dalam bulan-bulan persiapan ujian. Ia terkesiap ketika seorang teman sekelasnya yang laki-laki bertanya: "kalau perempuan sekolah tinggi terus menikah gimana? lo mesti ngurus keluarga kan? buat apa sekolah tinggi-tinggi?"  Ia mengangkat kepalanya, lalu tersenyum simpul "kalau berkeluarga, di rumah pun tidak apa. kalau perempuan sekolah ya salah satunya buat mendidik anak dan keluarganya...gak ada halangan buat sekolah tinggi dan ilmunya tetap bermanfaat kan. apa ruginya?" "oh  ya??" Lalu kami pun kembali membahas soal. Ah anak bau matahari ini, apalah yang dia tau soal hidup? Ini salah satu percakapan kecil yang entah kenapa mampu diingat sangat terperinci.  ...

Perihal: Pergi Sendiri

Pergi sendiri, makan sendiri, nonton sendiri adalah momok yang menakutkan buat sebagian orang, apalagi perempuan. Padahal, sama nikmatnya dengan pergi bersama-sama orang lain atau keluarga, tergantung situasi hati. Tidak pernah ada situasi yang rasanya akan konstan sama terus menerus. Es krim pertama kali coba, sepertinya mau dihabiskan sendiri. Setelah 2-3 kali makan es krim yang sama, kenikmatannya menurun. Atau sebaliknya, masakan pedas pertama kali dimakan, rasanya mau langsung ke tempat isi ulang galon aja, tapi setelah 2-3 kali, bahkan nasi nya bisa nambah, pake kerupuk pula.  Cordoba dari Alcazar Beberapa kali saya pergi sendiri, bukan karena sok ingin jadi seperti buku Eat, Pray, Love, tapi karena rejekinya begitu, dijalani saja. Pekerjaan saya memang memungkinkan untuk berada di tempat-tempat yang terpencil, serunya tempat terpencil ini terkadang satu jalan juga dengan daerah wisata atau tempat yang unik. Karena sebagian adalah perjalanan dinas, sering sekali sul...

Le Grand Voyage

Define a journey or voyage whether it is a recreational one or the one that is changing our life forever whether it is just few kilometres away or trying to get around the world For me, a journey is not bounded by distance, nor destination a voyage is about defining direction and companionship For Muslim, Le Grand Voyage is Hajj But I feel, even Hajj is just a simulation of life Because Allah is the greatest system thinkers in this whole universe, Allah even notice how important to exhibit the lessons in life through a profound example Life is a grand voyage paved from frequent journeys that we made in our years  Companionship is temporary Some journeys with them until we part our way Then we will find others until we part again Thus we know nothing is permanent, except the direction itself The direction towards The Greatest that Allah be pleased with us ---------------------------------------------- Then I remember how Le Grand Voyag e made me f...

Defy

Run Walk fast Aim something Nothing grow in stagnancy Seek for challenge Get yourself together Stop mingling to memories Those will fade People left So are you Though some memories are refuse to vanish Patience Maybe it's destiny that you should make peace with them Something await now and then Defy your weak-self Assure those who kept you that you will always carry home wherever you go Love will embrace Love will grow in unknown places Hug that wish in silence As you wait for the dawn That will brings you hope, everyday. 

Fingertip

Sometimes I look back to our previous years, just to learn, what have been changed, which parts are still stagnant, is there any new phenomenon that will continue in the upcoming years?, etc After around 1995 when mobile technology and internet were growing vastly, this world become both exciting and worrying. I remember in 2004 when I was sitting in my school library and making testimonies on Friendster, suddenly I received invitation to join FB from my senior. With a high curiousity, I accepted it, soon FB took important role to make the world flat. Then there it goes another social media, every year or probably months. News, informations, knowledge, (almost) everything is on our fingertips. Journals, articles, analyses from top thinkers are suddenly accessible. Cool, isn't it? Jawdropping growth. 10 years after the breakthrough of social media platform, I look at the newsfeed with both excitement and bitterness. In 10 years I have subscribed and glued onto differen...

A Present Human Being

I finally found some stuff worth sharing, a present human being.  A character that I am afraid I have lost it. I hope I am not, and if I do, I hope I shall commence promptly

mind to tell me how?

How to fake a feeling? How to hide it so that it does not come out on your face? so that it does not come out through words so that someone will not wonder what has happened to you How to make a mask and wear it when it is needed? Think I need to master it fast. 

SerSan - Serius Santai Naik Air Asia

Sebuah pesan masuk di laman surat elektronik saya, "ada konferensi nih di Jerman! Ikut yuk!" Tanpa berpikir ulang, saya menyetujui dan memulai petualangan membuat makalah dan hal lain namun penting, sponsor untuk keberangkatan kami kesana. Karena saya harus kerja dan kuliah di siang hari, maka kami membuat makalah dan berdiskusi di malam hari. Berpiring-piring pisang goreng dan gelas-gelas teh manis menemani kami agar dapat menyelesaikan makalah tepat waktu. Setelah makalah didaftarkan, dan mendapat kepastian untuk dipresentasikan di konferensi mahasiswa Indonesia di Jerman, kami mulai berburu sponsor. Berbekal surat pengantar dari kampus dan proposal yang kami buat, kami "ngamen" ke beberapa institusi untuk pendanaan. Puluhan proposal disebar, visa pun telah diurus, namun hingga batas waktu keberangkatan, tidak ada dana bantuan yang masuk. Dengan berat hati kami merelakan konferensi pertama ini dan tidak berangkat karena keterbatasan dana. Namun kami tetap b...

Akibat perjalanan

Impian sejak kecil adalah  1. Kalau aku naik pesawat pertama kali harus ke Mekkah. Sudah. 2. Sering naik pesawat dibayarin orang lain seperti Bapak. Sudah Tidak menyangka dua impian seorang anak kecil ini bisa membentuk perspektif sedikit demi sedikit. Tiap perjalanan artinya perspektif baru, cara pandang bertambah, dan hidup terasa berbeda.  Perjalanan darat 14 jam dari Palu sampai Toli-toli pun yang membuat saya mengambil jalan ini, bekerja di sektor pembangunan masyarakat. Hampir terjun ke jurang, menembus hutan tengah malam, atau singgah di desa yang hanya punya listrik 2 hari dalam seminggu. Bahwa setelah berkali-kali melakukan perjalanan, melihat dari jendela, berinteraksi, merasakan hidup dengan udara yang berbeda, mencoba bicara dengan dialek yang sama, hidup menjadi semakin berbeda. Dan perjalanan menjadi bukan sekedar hotel dan obyek wisata atau foto-foto bersama teman. 1-2 obyek wisata sudah cukup memuaskan asal saya bisa berlama-lama meresapi d...

searching.....

Woman, if you grow up the type men want to love, you can let them love you. Being loved is not the same thing as loving. When you fall in love, it is discovering the ocean after years of puddle jumping. It is realizing you have hands, it is reaching for the tightrope when the crowds have all gone home. Do not spend time wondering if you are the type of woman men will hurt. If he leaves you with a car alarm heart, you'll learn to sing along. It is hard to stop loving the ocean, even after it has left you gasping, salty. So forgive yourself for the decisions you've made. The ones you still call mistakes when you tuck them in at night and know this; know you are the type of woman who is searching for a place to call yours. Let the statues crumble. You have always been the place. You are a woman who can build it yourself. You were born to build.

Prasangka di udara

Dunia ini semakin membingungkan Kebenaran menjadi relatif Berita bohong menyebar bagai bensin tersulut api Tidak peduli siapa, darimana, kapan, dan bagaimana berita dibuat Tidak peduli konteks pembicaraan dari berita yang disampaikan Kalimat dipotong sesuka hati Wawancara dipelintir sesuai pesanan redaksi Disebarluaskan tanpa empati dengan gagah berani Kesalahan pun dianggap lalu dan hilang tanpa peduli sakit hati Hebat sekali sikap pemuda pemudi masa kini Perpecahan terus ditarik hingga jauh mencapai ranah pribadi Dibesarkan dengan jargon bahwa kita adalah pribadi yang paling berbeda dan baik sendiri Menjadi arogan dan tinggi hati Lupa bahwa pada sesama manusia, persamaan lebih banyak dimiliki Ingin diperlakukan dengan adil dan dihargai   Fitnah semudah bersin dan sendawa Prasangka menyebar seperti virus flu yang beterbangan di udara Ah udara… kita menyebutnya dunia maya Samar dan bebas tanpa ruang Mungkin sebaiknya kita mengambil jarak pada semua kegilaan Meski saya yakin masih banya...

Cintai Jakarta

Video yang bagus sekali dari Eugene Panji

Bapak. Babeh

Ini banget...  Bapaaaaaaaaaaaaaaaakkkk Bapak sedang tidak bisa beraktivitas seperti biasa. Semua hal yang biasanya dikerjakan bapak harus di ambil alih sementara. Pelajaran besar untuk anak-anaknya yang biasanya bisa minta tolong sesuka hati, sekarang diputar balik.

Menyapa masyarakat Pupung, Rondowoing, Flores

Saya terbirit-birit menyiapkan perjalanan kali ini, Manggarai Timur, NTT. Disana ada koperasi kecil KUD Borong Jaya yang sudah berdiri sejak tahun 1980-an, orde baru. Kali ini saya mendampingi pelatih usaha kecil dan menengah untuk mengajar warga desa yang baru saja teraliri listrik dengan tenaga air. Kementerian Koperasi dan UKM menunjuk beberapa koperasi untuk mengelola aset ini. Ide dari pemerintah yang brilian menurut saya dan teman-teman di kantor. Jumat saya siapkan dokumen perjalanan, Senin pagi saya terbang ke Kupang. Kami akan bertemu disana kemudian terbang ke Ruteng, dan dilanjutkan dengan kendaraan darat. Pak Aloysius Ontar, ketua KUD sudah menyiapkan kendaraan untuk kami, Pak Yos yang menjemput dengan mobil roti balok. Perjalanan dari Ruteng ke Borong ditempuh dalam waktu 1.5 jam. Dengan wajah ramah khas Manggarai, Pak Yos mengantar kami dan bercerita kesana kemari. Berbeda dengan travel lainnya yang suka menyetel lagu memekakkan telinga, Pak Yos lebih senang mend...