Skip to main content

Gerakan 10 hari Anti-Pundung!

Bad habit saya adalaah...
Singkatnya sih pundungan.
Lengkapnya.
Pundungan dalam kamus saya adalah marah pada hal-hal yang tidak penting. Pundungan itu berarti emosi sesaat saja yang lalu akan meninggalkan rasa penyesalan dan merasa bodoh pada diri saya sendiri.
(Kalo marah pada hal yang penting, saya diam dan tidak bereaksi apapun dan daripada bicara saya lebih baik menulis)

Tanda-tanda pundung : mulut manyuun, diam, dan alis berkerut. Pada titik ekstrim saya akan pergi dari lokasi.
Tapi si pundung ini memang keterlaluan. Maksud saya, yailah siapa juga yang tau kalau saya sedang reaksi pundung atau marah beneran. Ya gak seh?!
Namun, pundung akan saya follow up dengan langsung menghubungi orang-yang-saya-tinggalkan kesan pundung. Pada akhirnya saya memang membaik sendiri.
"Orang yang kuat bukanlah yang kuat dalam gulat. Orang yang kuat adalah orang yang mampu menguasai dirinya ketika marah"(HR Bukhari dan Muslim)
Pundung itu tanda kelemahan mental, dan itu adalah bad habit saya. Dengan kesadaran ini saya canangkan gerakan 'Sepuluh hari anti-pundung'. Bagi orang-orang dekat saya yang melihat gejala-gejala saya pundung, tolong ingatkan saya.. Salah satu caranya dengan membisikkan istighfar ke saya. :p
boleh loh dicoba.. kekeekekek..

Comments

cuman 10 hari Tiek?
hehehehe.
Mona said…
paling cuma sepuluh jam tahannya..







*ngetes.. pundung gak dibilangin gitu.. kabuur..
atiek said…
mona : aku tidak pundung.. *tangan mengatup, mata berkedip-kedip ting-ting*

mincret : ya itu permulaan min, kalo kebiasaan baru itu harus 10 minggu sebenarnya.. tp 10 hari dulu.. ngok

Popular posts from this blog

Hi, Miiko!! welcome back..

yap..hari ini edisi terba miiko terbit. untuk pembaca manga, masih ingatkah dengan karakter siswi SD kelas 5 bernama yamada miiko, eguchi tappei, mari, satou kenta, dan lain-lain. sebuah komik yang mengajarkan banyak hal, saya sedih kenapa waktu saya kecil tidak ada manga sebagus ini, ya, mungkin ada sih serial cantik begitu.. tapi komik ini begitu tulus , mengajarkan banyak hal, seperti "jangan mengikuti orang tak dikenal" , "berlindung di bawah meja saat gempa dengan memakai helm", " kenapa mama dan papa tidur, bisa muncul adik?", wow itu sex-ed yang sangat halus. ini komik tentang anak perempuan dan teman-temannya, kenapa anak perempuan? karena mereka punya problematika sendiri saat kelas 5, yang menjelang puber, haid. ya, komik ini menceritakan tentang haid dan reproduksi! benar-benar dijelaskan mengapa ada haid, tentu dengan gambar yang lucu dan berbagai perumpamaan yang cerdas. manga ini bercerita cinta monyet juga, miiko-tappei,tapi tidak pernah ada...

Idola Cilik, sudahkah adil?

Sore ini selepas pergi bersama teman untuk menonton pertandingan tenis, saya menemukan para penghuni kos sedang berkumpul di ruang tengah untuk menyaksikan idola cilik. Saya merasa kangen nonton acara ini, karena dulu saat belum masuk babak 14 besar,saya sering sekali menonton acara ini.  Sebuah ajang bagus untuk pengembangan minat dan bakat anak-anak, sekaligus memberikan inspirasi bagi ribuan pemirsa kecil lainnya yang terlalu bingung dijejali sinetron-monolog-yang-mengumbar-gambar-orang-melotot. Lucu dan menyenangkan sekali pada awalnya, hingga pada sore ini pandangan saya terusik pada sistem eliminasi idola cilik. Menit demi menit saya mencoba menikmati rangkaian babak hasil "result show", tapi yang berputar di kepala saya hanya "kenapa begini? kenapa begitu?" Berdasarkan informasi yang saya kumpulkan dari teman-teman kos yang mendukung Cakka dan Obiet, serta satu orang yang mendukung Irsyad. Saya coba buatkan rangkaiannya. Para kontestan cilik diberi kesempatan...

Pledoi para lajang

Sangat mudah untuk menghakimi perempuan-perempuan lajang yang sudah mencapai (bahkan melewati) usia umum untuk berkeluarga. Mereka yang terlihat asyik dengan hidupnya dan dianggap tidak mau bersuami atau menjadi ibu. Sebagian mungkin memang seperti itu, tetapi beberapa umumnya berkebalikan dengan apa yang dituduhkan. Seperti hal nya rezeki, ada jodoh yang ditahan ada yang disegerakan. Sebagian perempuan menjalani hidupnya dengan jodoh yang disegerakan, sebagian lainnya masih ditahan. Suka atau tidak itu sistem yang ada di dunia, dan saya rasa Tuhan punya maksud yang baik atas ini. Menerima kondisi tersebut adalah kewajiban bukan hanya bagi perempuan yang menjalaninya, tapi seluruh manusia. Ada yang bilang perempuan yang ditahan jodohnya ini sebagai orang yang tidak pernah mencari, terlalu pemilih, sudah ‘terlalu’ mandiri, dan berbagai ungkapan kreatif lainnya. Lain dari itu, kalau membeli baju saja dipilih, apalagi suami yang akan jadi ayah dan imam keluarga? Orang yang akan ...