Pernah satu waktu, saya memutuskan untuk makan siang di taman dan duduk-duduk saja mengamat-amati manusia. Ada masa dimana saya seperti memegang lensa pembesar, masalah kecil terlihat besar dan menggantung-gantung di pikiran. Kondisi yang menyebalkan apalagi ketika masa dimana sedang tidak bisa shalat. Tidak jarang juga saya lupa dan mengambil wudhu saja, hanya untuk mendinginkan pikiran. Lain waktu, seorang teman seperti tidak bisa menghilangkan kekhawatiran tentang tujuan-tujuan hidupnya. Mendengar ceritanya saya seperti berkaca, meski permasalahannya saja yang berbeda. Semakin bertambah umur, semakin beragam tantangannya, ujian hidupnya. Kadang saya gugup juga mendengar kisah-kisah di sekitar saya maupun dari media. “oh, masalah seperti itu terjadi tidak jauh dari saya, selalu ada probabilitas saya menjadi salah satu pelaku dalam kisah itu. Will i survive that?” dan kekhawatiran itu kadang hinggap. · Ada yang merasa kurang pintar, ...
Comments
but it doesn't mean stuck to waiting the che comming. it can be made.
:-)
@beni : wah gimana dibikinnya benx?
kalo dapet yang ga nyambung susah juga kan untuk bertahan?
dan chemistry bisa didapatkan kalo sama2 saling terbuka
"the chemistry is coming"..
asal mau buka hati sama siapa pun yang mampir dalam hidup kita..beri kesempatan..
learn to love and be loved..
tapi menurut gue sih, ga selalu bisa dibuat. kalo emang iya bisa dibuat, ambil aja orang pertama yang kita temui besok pagi dan kawinin trus tumbuhin deh chemistry-nya. hehehe.
anw, chemistry yang lo maksud ini kecocokan sifat apa butterfly in your stomach Tiek?
iya sih.. cari aja cowok kece trus kasih obat di perut supaya ada kupu-kupu.. hhaha