Skip to main content

Posts

Batu

"Dia memberimu dengan penolakan, dan menolakmu dengan pemberian " Tidak bisa dihitung berapa kali saya mengeluh, perihal yang pelik sampai sepele. Tapi kalimat itu menyentak saya, hari minggu kemarin, di majelis pagi. Hidup memang selalu melempar kita dengan batu.  Pemahaman kita tentang hidup berawal dari tempat yang rendah. Ketika kita sibuk dengan masalah sendiri, karena sebatas itulah pengetahuan kita. Lalu batu-batu mulai dilemparkan, ada yang besar, ada yang kecil. Seperti anak-anak kecil kita marah karena sakit, dan bertanya kenapa batu? Di tempat-tempat kita yang rendah, kita hanya bisa melihat dan mendengar diri kita sendiri. Kadang marah kemudian lelah. Kemudian kita putuskan untuk berpijak di atas batu-batu itu, kadang tergelincir. Pondasi-pondasi pun terbangun, dan pandangan kita semakin tinggi. Dengan batu-batu yang terus dilempar, tempat kita sedikit-demi sedikit menjadi lebih tinggi.  Kita mulai mendengar beragam suara, dengan pandang...

Kenapa kelas inspirasi gak penting?

Our dreams will take flight | Have faith Dulu saya menatap nanar pendaftaran @pengajarmuda , di tengah tumpukan makalah ilmiah dan batas pengumpulan tugas untuk kuliah master saya. Ketika saya lulus pendidikan, maka usia saya sudah mepet 25 tahun, batas terakhir umur untuk jadi @pengajarmuda. Dikirim ke pelosok untuk menjadi guru. Saya sendiri tidak yakin bisa mengajar, dan saya terus berpikir semestinya ada cara lain untuk membuka wawasan sesama rakyat yang kurang beruntung tanpa menjadi guru yang mengajar mata pelajaran. Bulan-bulan berlalu, saya lulus dan mendapat pekerjaan di Jakarta karena peluang yang teramat kebetulan. Tiba-tiba kawan saya, Agung, mengajak ke kantor Indonesia Mengajar, ada kegiatan yang mau dimulai nih. Oke, dengan modal peta Google saya sambangi markas itu. Modalnya satu, bisa bantu apa nih? Ternyata teman-teman seperkumpulan yang kecil itu punya frekuensi yang sama. Sama-sama ingin berbuat lebih dan nyata, selain frekuensi yang sama dalam hal...

Sajadah antar masa

Dunia bukan roda yang berputar di tempat Kita tidak pernah akan kembali pada situasi yang sama Dunia mungkin roda yang bergerak, kita akan sampai pada titik yang berbeda setiap waktunya Menunggu pergiliran untuk setiap fasa-nya Hidup di atas sajadah Sejak buaian hingga kuburnya nanti Suatu masa dimana kita akan sibuk menatap hari ini dan masa depan atau sedikit menengok ke masa lampau Mengejarnya di sisa waktu yang kita punya Namun selalu ada masa dimana kita harus tunduk dan rukuk menatap tempat sujud, lalu sujud sepenuhnya Di atas sajadah yang terbentang antar masa Tunduk untuk melindungi diri dari hal-hal yang bukan menjadi hak kita Rukuk untuk penuh berserah atas segala yang Ia tentukan kadarNya Sujud menghamba, bahwa tak lain kita adalah milikNya Pada beberapa masa kita diingatkan Serupa dengan rotasi bumi setiap hari dan 5 waktu diantaranya Ada masa dimana kita menatap penuh harap atas dunia yang begitu elok Namun ada masa bahwa hanya tunduk, rukuk, dan suju...

Redefine the word 'Blind'

He is Moaz, a blind boy who has spent his life memorizing Quran.. very humble person .. I excerpted his dialogue with Sheikh Fahad.. very relevant for us.. "Thank God. Allah blessed me and took the ability to see from me. All praise to Allah that give me this blessing. When I pray, I don't ask Allah to give me the ability to see again, do you know why? So that I may ask Allah to excuse me on the Doomsday so that He may make my judgement easier for me on the doomsday and that he may reduce my torment with this excuse and when i stay afraid between his hands and he asks me "What did you do with the Quran?" May be he eases my situations then. He has mercy with who He wants.  But Allah granted me the Quran and I also can go to any place alone, if I want, but my father always worries about me" Now I am questioning myself, redefine 'blind' .. Am I really can 'see' or I am just pretending that I can 'see'.. :'(

Pulang

Tiap jiwa akan pulang Ketika ia tahu sebuah arti rumah pada hidupnya Bebaskan jiwanya pergi Sungguh beruntung jika ia kembali  dan mendapati engkau menanti di ujung pintunya Namun jika ia tak pernah sampai di pintumu Relakan ia mencari rumahnya Bukan salahmu Bukan salahnya Itu hanyalah cara kerja dunia Setidak-tidaknya kau tahu ia dalam keadaan suka Setidak-tidaknya kau tahu ada yang menjaganya Maka jika cerita ini terus berulang sampai waktunya Kuatlah dalam mengambil hikmah Karena Ia tidak tidur Ia bersama kita Luaskan hatimu untukNya Luruskan niatmu padaNya Tak apa jika terkadang gentar Agar kau tau seperti apa mulianya tegar Sebuah perpanjangan kalimat yang terpikirkan di ojek, dan diteruskan saat pikiran sedang melayang  Jakarta, 27 November 2012

Anak Indonesia

Tandanya orang bernama anak Indonesia tulen, ia tak takut kemana juga dalam Indonesia ini ia dibawa nasib. Di atas segala lapangan Tanah Air aku hidup aku gembira. Dan dimana kakiku menginjak bumi Indonesian, disanalah tumbuh bibit cita-cita yang kusimpan dalam dadaku -Dr. Mohammad Hatta Berjuang dan dibuang hal 134 - 135 Untuk Negeriku.

Terima kasih jilid X

Sudah 1 tahun lebih 14 hari dari tulisan terima kasih ini  . Bendanya juga masih duduk manis di samping layar komputer.. Alhamdulillah bisa tulis yang jilid 2.. sebenernya mungkin jilid kesekian.. jadi jilid X aja deh dengan X = 1 - ~ Hooh seru sekali ini (kalo gak salah) novel mengharukan versi si pengirim yang "sangat pemilih dalam membaca".. :D Terima kasiih kiriman tiki-nyaa :) Asiiikkk nambah lagi nambah lagiii bukunyaa! ps: Sampul bukunya lebih bagus dari cetakan sebelumnya (ketauan suka cuci mata di g*amedia)..

Go Don't Stop Now, GO!

Finally we have seen some things Some awfully nice Some dreadfully bad But we will sing Wash the blood off our knees 'Cause our love breaks through rough seas our ship will sail And I don't understand how this world would work 'Cause time will tell us nothing I'll take a chance on something Feeling old, feelings this time take you Down river, down river, down river, down Walk these stairs, put the pieces back together Go don't stop, go don't stop, go don't stop now, go Finally, we have seen some things But bells in your hallways Don't move you in the right place So we will sing, cast our hopes out to sea Though our hearts break, through violent winds our ship will sail And I don't understand how this world would work 'Cause time will tell us nothing I'll take a chance on something Feeling old, feelings this time take you Down river, down river, down river, down Walk these stairs, put the pieces back together Go don't stop, go don'...

Udar Rasa

Ada sebuah kolom di koran Kompas bernama Udar Rasa. Minggu ini teman saya, ika , mencuplik kalimat dari sana, dan saya penasaran. Minggu ini ditulis oleh Bre Redana. Berikut paragraf dari kolom tersebut yang saya suka: "Belajarlah pada alam. Sebagaimana sungai-sungai makin dangkal karena morat maritnya hutan-hutan dan gunung-gunung, hidup kita juga semakin dangkal. Seiring proses pendangkalan, masyarakat bertransformasi dari pengertian komunitas menjadi penggembira, pemandu sorak.  Begitu pun individu. Identitas individu sebagai entitas darah, daging, akal-budi, spirit, roh, bertransformasi menjadi identitas digital. Dalam identitas digital individu bisa menyaru sebagai lelaki, perempuan, kelompok, benda, pokoknya apa saja. Ini mengingatkan pada raksasa-raksasi dalam pewayangan, yang sanggup muncul dan menghilang, berubah-ubah bentuk menjadi apa saja. Gema suara mereka tak terukur.  Seperti sungai dangkal berbuih-buih, pemandu sorak dalam identitas digital ini me...

Do we need luxurious hotel and malls in front of Ka'bah?

I have written something in this blog about the-uncomfortable-feeling in seeing huge and tall buildings which were intended to be shopping and hotel complexes. A vast growing property development is happening now in our holy cities, where almost all historical sites become public toilet, ATM, or shopping mall. Reasons behind destroying historical sites are varied from expanding capacity for the pilgrims until avoiding shirq. But,  allowing a door to shopping mall face to face with the main door to Masjidil Haram, seriously? http://www.independent.co.uk/ voices/comment/why-dont-more- muslims-speak-out-against-the- wanton-destruction-of-meccas- holy-sites-8229682.html   Raise your awareness on this issue. I myself in 2007 felt somehow uncomfortable about these capitalism forces in the heart of holy cities where equality should be the essential spirit. The cities where should give us the real value of Islam, opposites of all these fancy and extravagant buildings and th...

ambition

If only he was not that persistence in what he believed in maybe I would not learn this much and got so many 'bricks' for myself along the way... I talked a lot with my best friends, an honest talk about this and that and slapped me on the face by his/her words. An honest and straightforward talk that is all I need. I've never been an ambitious one, but I might always try to push my limit. It works in some tangible cases, but not in this case. "When you think you've tried too hard, do not ever claim it as your work, there is also a God will in it. You are wrong when you claim your efforts. You are definitely wrong.. " That is one of my 'brick' And another big hit for me is a punch line from Prof. Yunus this morning: "be careful, lower your ambition, because sometimes it is ambition which makes you fall" Seek guidance, do your best, worry less..

Ghaib

Ba'da Maghrib ini nenek (saya menyebut beliau Emak) yang berumur (kira-kira) 90 tahun minta dibacakan arti dari doa. Biasanya Emak mengamalkan Doa sahabat Ukasyah RA dan Kanzul Arasy tanpa paham artinya. Sahabat Ukasyah adalah salah satu sahabat yang kelak akan masuk syurga tanpa hisab dengan 10 sahabat lainnya. Saat membacakannya untuk Emak, ada perasaan yang tertahan.. "Ya Allah jika keraguan kepada-Mu memasuki imanku, sedang aku tidak mengetahuinya atau mengetahuinya, aku bertobat darinya dan berserah diri serta mengatakan tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah dan Muhammad SAW adalah utusan Allah" "Ya Allah kebaikan apapun yang Engkau kehendaki bagiku namun aku tidak mensyukurinya sedang aku tidak mengetahuinya atau mengetahuinya, aku bertobat darinya dan berserah diri serta mengatakan tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah dan Muhammad SAW adalah utusan Allah" "Ya Allah urusan apapun yang telah Engkau takdirkan atas diriku,...

Recent favorite songs

Just listen to the music and lyrics.  The Temper Trap - Love Lost The Temper Trap - Need Your Love

tanya kenapa?

2005 : memutuskan pakai kerudung salah satu alasannya karena malu kalau ke masjid dan iri sama cowok-cowok karena bisa ibadah kapan saja tanpa ribet harus pakai mukena . . . . . 2012 : sudah pakai kerudung , tapi tetap ribet dengan mukena. Tanya kenapa?

Penipuan

Kali ini saya tidak bicara filosofi, tapi kejadian segar dari ingatan hari ini.  Suatu hari yang mendung, setelah diskusi dengan senior saya soal ini itu tiba-tiba Bapak telepon. Bapak : "kamu dimana? berdarah apanya?" (dengan suara riuh di belakang) A: "he? kenapa pak? aku lagi di kantor ini duduk kerja" B: "kamu dimanaa? pendarahaan apa?" (dan saya semakin sadar ada yang tidak beres) A: "Bapak aku lagi kerja ini, ada apa? siapa yang telepon? ngomong apa dia?" B: (dan kemudian ayah saya mengumpat-umpat pada jaringan telepon lainnya kemudian beralih pada saya) "kamu sehat? ada orang telepon kamu pendarahan otak sekarang di rumah sakit pert*min*. katanya kamu jatuh dari kamar mandi, lalu pendarahan. dia ngakunya teman kantor kamu namanya Hendro. kalau tidak percaya Bapak disuruh hubungi dokter H*di K*molo lengkap dengan nomor teleponnya" A: "penipu" (kemudian telepon diserahkan pada ibu saya yang menangis terisak-isak ...

Tahun penuh tipu daya

Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah  radhiyallahu 'anhu , Rasulullah  shallallahu 'alaihi wasallam  bersabda, إِنَّهَا سَتَأْتِي عَلَى النَّاسِ سِنُونَ خَدَّاعَةٌ يُصَدَّقُ فِيهَا الْكَاذِبُ وَيُكَذَّبُ فِيهَا الصَّادِقُ وَيُؤْتَمَنُ فِيهَا الْخَائِنُ وَيُخَوَّنُ فِيهَا الْأَمِينُ وَيَنْطِقُ فِيهَا الرُّوَيْبِضَةُ قِيلَ وَمَا الرُّوَيْبِضَةُ قَالَ السَّفِيهُ يَتَكَلَّمُ فِي أَمْرِ الْعَامَّةِ “ Sesungguhnya akan datang kepada manusia tahun-tahun penuh tipu daya. Para pendusta dipercaya sedangkan orang jujur dianggap berdusta. Penghianat diberi amanah sedangkan orang yang amanat dituduh khianat. Dan pada saat itu, para Ruwaibidhah mulai angkat bicara. Ada yang bertanya, ‘Siapa itu Ruwaibidhah?’ Beliau menjawab, ‘Orang dungu yang berbicara tentang urusan orang banyak (umat). ” (HR. Ahmad, Syaikh Ahmad Syakir dalam ta’liqnya terhadap Musnad Ahmad menyatakan isnadnya hasan dan matannya shahih. Syaikh Al-Albani juga menshahihkannya dalam al-Shahihah no. 1887)...

Tulus - Teman hidup

Did I have write a post telling you that I berry berry love this song? Yap I wrote it here Why? Because the lyrics is simply telling the exact idea in my mind about companionship/partnership in a long term and also has a heartwarming tune. Now I re-post it again because recently they have released the official music video. Humbly present... Tulus - Teman Hidup http://www.youtube.com/watch?v=dt4Ueda_h6Y&feature=plcp Enjoy :)

tentang pesan Jibril AS dan sabar

Pernah dengar hadits ini? Malaikat Jibril datang kepada Nabi Saw, lalu berkata, “Hai Muhammad, hiduplah sesukamu namun engkau pasti mati. Berbuatlah sesukamu namun engkau pasti akan diganjar, dan cintailah siapa yang engkau sukai namun pasti engkau akan berpisah dengannya. Ketahuilah, kemuliaan seorang mukmin tergantung shalat malamnya dan kehormatannya tergantung dari ketidakbutuhannya kepada orang lain.” (H.R Ath-Thabrani) Jleb banget buat saya yang masih hidup sesuka saya, berbuat semau gw, dan mencintai seperti tidak akan berpisah (konteksnya luas loh yaa...). Dua poin pertama jelas sekali soal tanggung jawab, poin terakhir buat saya bermakna ganda bahwa mencintai seperti akan dipisahkan perlu diimplementasikan sesuai kadarnya.  Buat saya, mencintai seperti akan dipisahkan bermakna seperti berusahalah seperti akan hidup seribu tahun, beribadahlah seperti engkau akan mati esok. Bahwa kepastian akan berpisah nanti itu semestinya dijewantahkan dalam aksi dengan kualitas...

perjalanan sendiri

Saya ingat tahun 2010, kawan saya  mona  pernah menantang saya untuk melakukan perjalanan sendiri. kenapa? karena pada periode tersebut saya orang yang cukup penakut dan sering merepotkan. :D *itu mah dari saya lahir* Beberapa tahun belakangan, pergi sendiri untuk tugas kantor semakin sering dijalani. Menyenangkan? Iya, karena bebas dan sensasi deg-degan soal penginapan yang bervariasi sesuai standar kabupaten. Jangan bayangkan saya menginap di hotel penuh pelayanan, lebih sering wisma sih seharga 100ribuan. Sendirian juga gak sendirian banget sih, ada anggota tim lain yang mayoritas laki-laki dan bapak-bapak dimana sudah tentu beda kamar. Perjalanan kemarin saya mencoba tinggal di hostel Lub*d di Bangkok, satu kamar ber-empat dan kebagian penghuninya orang Asia semua, Korea, Singapore dan Thai. Seru! muter-muter kota, setelah 2 tahun lalu muter-muter juga dengan 10 orang teman.. Saya berjalan terus sampai lecet, mencoba istirahat dan tetep usaha cari wi-fi untuk menghubu...