Skip to main content

Posts

Showing posts with the label bolangwati

Perihal: Pergi Sendiri

Pergi sendiri, makan sendiri, nonton sendiri adalah momok yang menakutkan buat sebagian orang, apalagi perempuan. Padahal, sama nikmatnya dengan pergi bersama-sama orang lain atau keluarga, tergantung situasi hati. Tidak pernah ada situasi yang rasanya akan konstan sama terus menerus. Es krim pertama kali coba, sepertinya mau dihabiskan sendiri. Setelah 2-3 kali makan es krim yang sama, kenikmatannya menurun. Atau sebaliknya, masakan pedas pertama kali dimakan, rasanya mau langsung ke tempat isi ulang galon aja, tapi setelah 2-3 kali, bahkan nasi nya bisa nambah, pake kerupuk pula.  Cordoba dari Alcazar Beberapa kali saya pergi sendiri, bukan karena sok ingin jadi seperti buku Eat, Pray, Love, tapi karena rejekinya begitu, dijalani saja. Pekerjaan saya memang memungkinkan untuk berada di tempat-tempat yang terpencil, serunya tempat terpencil ini terkadang satu jalan juga dengan daerah wisata atau tempat yang unik. Karena sebagian adalah perjalanan dinas, sering sekali sul...

SerSan - Serius Santai Naik Air Asia

Sebuah pesan masuk di laman surat elektronik saya, "ada konferensi nih di Jerman! Ikut yuk!" Tanpa berpikir ulang, saya menyetujui dan memulai petualangan membuat makalah dan hal lain namun penting, sponsor untuk keberangkatan kami kesana. Karena saya harus kerja dan kuliah di siang hari, maka kami membuat makalah dan berdiskusi di malam hari. Berpiring-piring pisang goreng dan gelas-gelas teh manis menemani kami agar dapat menyelesaikan makalah tepat waktu. Setelah makalah didaftarkan, dan mendapat kepastian untuk dipresentasikan di konferensi mahasiswa Indonesia di Jerman, kami mulai berburu sponsor. Berbekal surat pengantar dari kampus dan proposal yang kami buat, kami "ngamen" ke beberapa institusi untuk pendanaan. Puluhan proposal disebar, visa pun telah diurus, namun hingga batas waktu keberangkatan, tidak ada dana bantuan yang masuk. Dengan berat hati kami merelakan konferensi pertama ini dan tidak berangkat karena keterbatasan dana. Namun kami tetap b...

Addis Ababa kesan pertama

Saya mungkin berhutang cerita soal negeri Habasyah (Ethiopia). April 2012, saya diminta bergabung dengan rekan saya ke sebuah pertemuan mengenai akses energi di benua afrika. Asia merupakan salah satu kiblat pembangunan di Afrika, dan Indonesia cukup maju di bidang pembangkitan listrik dari air skala kecil. Pertemuan ini bukan skala besar, namun merupakan jaringan dalam kantor saya. Ethiopia. Saya hanya tahu ia adalah salah satu negara Afrika Timur. Perjalanan 20 jam ditempuh melalui Dubai dan itu merupakan perjalanan panjang kedua saya setelah perjalanan ke kota Haram 5 tahun sebelumnya. Berdua saya pergi dengan rekan saya berkebangsaan Jerman, sekarang dia sudah ditempatkan di Burundi. Afrika adalah impiannya. Senang dan bersemangat, tentu saja, ini Afrika! Tidak sesenang itu hingga saya sadar sejarah hebat negara ini. Saya tiba di Addis Ababa, ibukota yang terletak di dataran tinggi. Kami tidak sabar ingin mengintip Addis dari jendela, dan pemandangan yang paling membu...

Madinat al Zahra - 1

Hari pertama di Cordoba, saya menyempatkan menonton pagelaran Flamenco, 26 Euro. Saya pikir sudah sewajarnya dengan harga tersebut, ternyata seorang turis di penginapan bilang itu terlalu mahal! Akh.. Memang jika mau menonton flamenco dengan puas bisa dilakukan di pub-pub kota Granada seharga 6 EUR, tapi manalah mungkin saya ke pub malam-malam. Pilihan lainnya adalah menonton flamenco gratisan di Roman Bridge, ah tapi pilihan ini datang terlambat. :D Bagaimanapun saya mendapat pagelaran yang memuaskan dengan harga tersebut, hampir 1.5 jam, dan suasananya kondusif di bawah bulan purnama. Flamenco Menakjubkan melihat ekspresi mereka. Flamenco awalnya adalah bentuk protes komunitas gypsy, dan tarian ini merupakan campuran budaya Spanyol, Gypsy dan Arab. Salah satu komunitas gypsy tertua ada di Sacramento, Granada. Mereka masih tinggal di gua. Sayangnya saya tidak cukup berani kesana karena trauma tidak bisa menolak aksi ramalan mereka di tulisan sebelumnya. Seandainya saya perg...

Al Andalus (Andalucia) - Cordoba

Pesawat saya dari Berlin menuju ke Malaga. Sebuah kota di pantai yang jadi tujuan wisata banyak orang Jerman, kenapa? Karena tarifnya paling murah. :p Sambil naik pesawat 3 jam tanpa hiburan, saya menonton episode 29 serial Umar bin Khattab. Luar biasa Khalifah ini, tidak tahan saya harus menyembunyikan mata yang sembab karena melihat ilustrasi Umar RA yang tersaruk-saruk membawa karung terigu dan mengajarkan seorang ibu dari 4 anak untuk membuat roti. Sebelumnya ia mendengar anak dari ibu tersebut yang menangis terus menerus, dan Umar RA menegurnya karena ia terlihat abai. Ibu itu berkata, anak saya lapar dan saya tidak ada makanan, saya hanya mengaduk-aduk panci agar mereka tenang seolah saya sedang membuat makanan. Sontak Umar RA ketakutan akan tanggung jawabnya, setengah berlari mengambil kantung terigu dari Baitul Mal dan memikulnya sendiri ke tempat ibu tersebut. Beliau bahkan menghardik Aslam, asistennya yang memaksa ingin memikul kantong tersebut, "Apa kamu mau menangg...

Syawal 1434 H - Berlin

Kota pertama - Berlin Kota ini teratur sekali, masyarakat maupun sistem yang ada di kota ini. Saya tidak memungkiri bahwa banyak sudut kota yang bau pesing, bau alcohol, atau orang-orang mabuk dan tunawisma. Namun memang untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain, saya merasa sangat mudah. Pengelolaan sampahnya pun rapi. Hal yang paling saya sukai adalah ketika pembelian air mineral disertai system deposit untuk botolnya. Ketika kita membeli air mineral akan tertera 2 harga 0.99 EUR untuk airnya, 0.25 EUR untuk botolnya. Jika kita mengembalikan botolnya, maka uang sebesar 0.25 EUR akan dikembalikan. Hal ini dimanfaatkan pemulung untuk mengumpulkan botol demi mendapatkan manfaat tersebut. Sisi lainnya: kompetitif sekali! Terkadang saya perlu berkali-kali bilang pada para pengumpul bahwa saya belum selesai minum :D Istimewanya para pelajar dan orang tua yang sudah pensiun Di setiap biaya yang ada di Berlin, selalu ada diskon untuk kedua golongan tersebut. Tidak heran ban...

Muqadimah Syawal Trip 1434H

Tunai sudah keinginan berkunjung ke Cordoba (Mezquita) dan Granada (Alhambra), tentu jika kita bicara sejarah Al-Andalus (Andalucia, Spain) masih ada beberapa kota yang belum sempat saya kunjungi yaitu Toledo, Madrid, dan Sevilla. Ketiga kota itu merupakan pusat berkumpulnya ilmuwan Muslim dan tempat ide-ide yang menginspirasi Renaissance di Eropa, seperti peta dunia Al-Idrisi dan karya Ibn Rushd yang mengkritisi Aristotle. Adalah sebuah acara BBC Knowledge – Islam in Europe adalah yang membuat saya tergetar sampai sakit perut untuk berkunjung ke Al-Andalus. Sebuah wilayah yang pernah dipimpin oleh Muslim yang menghidupkan semangat ilmu pengetahuan sebagai cara mendekat pada Allah SWT dan bagaimana mereka menyemai sebuah lingkungan yang aman bagi semua umat beragama dengan adil, conviventia. Sebuah konsep yang berkebalikan dengan kecenderungan di Eropa di masa itu. Brilliant! Setiap Ramadhan, keinginan tersebut benar-benar meracuni pikiran, apalagi setiap acara Ramadhan ulasan...

Menuju ke timur - Ambon dalam 3 jam

Mungkin saya akan menulis tentang perjalanan kali ini dalam beberapa bagian. Tentu kurang menarik kalau saya cerita soal pekerjaan saya, tetapi saya jarang sekali pergi untuk liburan. Jadi kalau sedikit menyerempet pekerjaan mohon maklum, karena saat ini cuma dengan cara itu saya pergi ke banyak tempat. Banyak hal menarik bagi saya di perjalanan kali ini, terutama dengan segala ketidakpastiannya, dan diekor setiap ketidakpastian ada kepasrahan. Mau gimana lagi, dimulai saja dengan shalat Safar 2 rakaat. :D Jadwal saya berangkat sempat mundur seminggu dan baru ditetapkan sekitar 3 hari sebelum berangkat. Pesan tiket pun tergesa, untung saja saya sudah menyempatkan minum pil kina. Sampai saya naik di pesawat, saya tidak tahu akan menginap dimana. Sudah browsing tapi hotel yang akan saya inapi selama 1 malam di Sorong itu penuh terus dan hanya 1 yang cukup meyakinkan namun dengan harga terlalu mahal. Yasudahlah jalan saja, toh nanti juga akan bertiga dengan rekan dari kantor lai...

Perjalanan

Perjalanan darat berjam-jam itu kalau digambarkan kurva menariknya itu mungkin seperti gelombang transversal. Ada suatu masa dimana mata berbinar-binar, kemudian redup, kemudian terkantuk-kantuk, lalu mulai mencari permen, botol minuman, mengajak bicara teman perjalanan, bicara ngalor-ngidul, sampai diam kehabisan bahan, lalu terpukau pemandangan lagi,  begitu terus sampai tujuan. Itulah kenapa teman perjalanan itu penting memastikan bahwa perjalanan tidak akan membosankan :) Namun tidak saya pungkiri ada saat kurva bernilai negatif, atau lembah minimum saat saya tidak berhasrat untuk bicara sama sekali hanya mencari-cari gelombang radio atau lagu yang bisa diputar. Perjalanan darat terkadang adalah waktu yang tepat untuk bicara soal saat ini, tujuan, masa lalu hingga masa depan dan bagi saya itulah pentingnya perjalanan. Seperti simulasi hidup, saat berpikir dan keluar dari stagnansi, seperti air mengalir yang lebih jernih daripada air yang tergenang. Air mengalir bisa melepask...