Skip to main content

Posts

Gelisah

Pernah satu waktu, saya memutuskan untuk makan siang di taman dan duduk-duduk saja mengamat-amati manusia. Ada masa dimana saya seperti memegang lensa pembesar, masalah kecil terlihat besar dan menggantung-gantung di pikiran. Kondisi yang menyebalkan apalagi ketika masa dimana sedang tidak bisa shalat. Tidak jarang juga saya lupa dan mengambil wudhu saja, hanya untuk mendinginkan pikiran. Lain waktu, seorang teman seperti tidak bisa menghilangkan kekhawatiran tentang tujuan-tujuan hidupnya. Mendengar ceritanya saya seperti berkaca, meski permasalahannya saja yang berbeda. Semakin bertambah umur, semakin beragam tantangannya, ujian hidupnya. Kadang saya gugup juga mendengar kisah-kisah di sekitar saya maupun dari media. “oh, masalah seperti itu terjadi tidak jauh dari saya, selalu ada probabilitas saya menjadi salah satu pelaku dalam kisah itu. Will i survive that?” dan kekhawatiran itu kadang hinggap. ·        Ada yang merasa kurang pintar, ...

Kembali ke Kelas Inspirasi

  Apa yang pertama terlintas ketika mendengar Indonesia Mengajar? Anak SD, pendidikan, masyarakat yang mengajar. Begitu pula yang saya pikirkan ketika itu, berbagai orang bersedia mengajar untuk meningkatkan kondisi pendidikan di Indonesia.   Desember 2011 itu, kami sepakat untuk merangkul para ‘kelas menengah’ di kota besar untuk ikut andil dalam pembangunan pendidikan. Salut untuk ide Safira Ganis, Ika, dan teman-teman pengajar muda yang baru kembali dari tempat penugasan. Keceriaan itu disebut, Professional Volunteer Program (PVP). Untuk menyederhanakan narasi “membangun gerakan pendidikan masyarakat”, kita mengusung ide kegiatan relawan untuk menjadi gaya hidup “Loe gak keren kalau belum jadi relawan.”   Hasil pertemuan itu melahirkan  Kelas Inspirasi  sebagai wahana/alat/kendaraannya. Idenya sederhana, para kelas menengah pekerja ditantang untuk cuti sehari, berorganisasi dalam kelompok, mempersiapkan materi pengajaran sendiri, lalu m...

Anak-anak Risiko

Anak-anak risiko Kupikir, kita ini memang produk dari banyak risiko yang diambil oleh orang-orang tua kita. Setidaknya itu menurutku, yang lahir dari orang tua angkatan 70an. Generasi orang tua yang hidup di saat Indonesia masih “lucu-lucunya”, masih balita. Seringkali aku tertawa geli ketika bapak atau ibu cerita bagaimana mereka hidup di tahun itu, tahun 50-70an. Ketika, kakek nenek kami harus cerdik memberi makan anak-anaknya yang rata-rata ada selusin. Sekolah pun masih sekolah rakyat, pakai genteng dan arang. Sedang ibu, sebagai kakak perempuan harus pintar memasak yang cukup untuk saudara-saudaranya. Seringkali harus membuat gorengan buah cempedak yang mungkin perbandingan tepung : cempedak nya setara 10:1, “asal ada baunya sedikit”. Atau bapak, yang harus makan tempe dan nasi yang ditaruh di lemari oleh nenek sebelum beliau berdagang kain dengan sepeda. Saya rasa harus berterima kasih sedalam-dalamnya atas setiap risiko yang diambil oleh para pendahulu. Risiko ya...

When I don't feel like writing

#doodlechallenge instead of #writingchallenge . Writing thoughts should be joyous, when we don't feel like writing, we doodling. I miss trees and the sound of water stream. Imagining myself sitting under the tree in silence, contemplating. Ahhh.... 

an open question

What does it take to make an employee feel worthy in their position? Or that is actually not the right question. Years ago, my former senior was always asking "what do you like to do here? use this office to grow" everytime he asked this my mind started wandering, although it was nice to hear, but to be very honest I did not see its practicality. then I asked "if I want to do what I like, then who will take my tasks now?" He only answered with uncertainty. Then my premise was right. It is nice to do what I like, but one should always prioritise doing what is necessary. Once he tried to tackle my task, dealing with spreadsheets, hundred sites to be monitored. Data and monitoring numbers were not familiar in my field, the relationship business. I once designed and working on a database with my software developer consultant, based on what I had learned in my campus. Then I took a 2-weeks leave, it was rebuilt to spreadsheet format. M...

Pemikiran

Pagi ini Pak Nasarudin Umar memberikan pandangannya mengenai pendidikan dalam Islam dan pengalaman beliau setelah mengikuti Konferensi Negara Islam yang diselenggarakan minggu kemarin di Jakarta.  Negara-negara Islam hadir dalam konferensi tersebut yang mengkhususkan untuk membahas penyelesaian masalah antara Israel dan Palestina.  "Terlalu sering kita mengonsumsi pemikiran yang berasal dari tempat lain yang berbeda dengan kita. Sudah saatnya kita, Indonesia, menjadi pusat pemikiran yang kemudian menyebarkannya ke tempat-tempat lain. Bayangkan, masalah Israel - Palestina dibahas di Indonesia, begitu jauhnya untuk mencari solusi. Bagaimana bisa mendapat solusi untuk permasalahan di Timur Tengah, ketika tiap hari mereka dilanda perang?" Beberapa hari lalu saya baru membahas dengan @novalpas soal perkembangan pemikiran di ranah sosial media yang gemar menceplok pemikiran barat/ peradaban mengenai pandangan terhadap Islam/ agama. Padahal peradaban tersebut memiliki tr...

Canda bukan tidak waspada

10.40. “Bom di Sarinah?” “Iya, istriku kabarin ini dari Sarinah”, ujar salah satu rekan di kantor sambil terus mencari berita. Suasana kantor di lantai 4 ini masih tenang, semua sibuk dengan tugasnya. Beberapa mungkin sedang melihat berita dari komputernya dan ponselnya masing-masing. Berita terus bermunculan, spekulasi pun tidak kalah cepatnya. Rekan-rekan bersahutan mencoba memberikan informasi versi-nya dari beberapa muka perangkat komunikasi miliknya. Saya mengamati dari meja, sambil bertukar kabar dengan teman-teman dekat dan keluarga. 11.06 Semua terlihat gelisah di mejanya, dan mulai berkumpul di pantry. Teman ekspatriat masih belum sadar dengan apa yang terjadi karena kami ribut dalam bahasa Indonesia. Gambar-gambar dari TKP bermunculan, beberapa lupa melakukan sensor. Spekulasi mengemuka, dari siapa yang melakukan, teori konspirasi, sasaran teror, aksi tembakan membabi buta, bom yang menyebar seantero jakarta, dan sebagainya. Di saat seperti ini, saya me...

Apa yang membuat manusia menjadi manusia

Tetikus yang digenggamnya sudah berkali-kali maju mundur ke kiri-kanan, ke depan-belakang, dan berputar-putar, tapi tak ada yang berubah di layarnya. Hanya baris-baris sel, angka, dan kalimat-kalimat singkat yang berjejalan di tabel berukuran 418x595 sel. “Mungkin, aku hanya bosan”, gumamnya. Ia pun melangkah ke pantry, membuka kulkas hanya untuk melihat ada apa disana, menenggak air dingin, memandang jendela, lalu kembali ke mejanya. Sudah 4 tahun ia bergulat dengan rutinitasnya. Sejak lulus dari universitas, Ia setia bekerja dengan ukuran tim yang tidak pernah besar, tidak lebih dari 30 orang. Sesekali pernah terbayang mengais nasib di organisasi yang lebih besar, namun langkahnya surut ketika melihat semakin berbelitnya birokrasi ketika organisasi membesar. Katakanlah, itu memang asumsinya sendiri. “Saya suka duduk di pojok sini, dekat jendela dan bisa melihat lebih luas ke segala penjuru”, ujarnya ketika semua anggota tim mengatur tempat duduk. Dulu Ia duduk di pi...

Digital impact, an introduction

Last Friday, I went to work by booking a private bike ride. I pinned my pick-up location and tracked down its departure with my phone. Arrived early in the office, I searched for a smartphone for my father. These past 3 days, an e-commerce community held an online shopping party. They put nation-wide advertisements all over places, including national television.  Then I opened my email which had already linked to several websites and applications. I read through several social media outlets to find new articles from various writers and influencers. A message came from my friend in London, we were discussing about everything while catching up with the time difference. Good thing was she had insomnia. In the afternoon, I went home by a ride-sharing service. This time, I got a property marketer. So I reached home with various stories about gemstones and property business from the today’s driver. That was an interesting Friday. This story is not unique. It is happening to everyon...

8 reasons (still counting) on why I believe in Islam

I realise that I have been living in circumstances that really support me to become a Muslim. I was born Muslim, raised with Islamic teaching, and the country is home for hundred million of Muslims where happens to be the biggest Muslim population in a single country. This is often seen as an admirable situation for some sisters and brothers who live in a challenging environment to practice Islam. Given that vast opportunities to observe, learn, and practicing Islam, I want to humbly share my view about Islam. Well. Let’s start. Islam has taught me about: 1.        Balance (At Tawazun). I remember when I was a kid, I questioned myself on why is everything always have its opposite side. Each thesis has an anti-thesis, light – dark, tall – short, earth – sky, and there is always a spectrum between them. I keep that observation on a back of my mind when observing everything that happens in life. Later I found the explanation in the Quran. Read (4:171) ; ...