Skip to main content

Posts

Cintai Jakarta

Video yang bagus sekali dari Eugene Panji

Bapak. Babeh

Ini banget...  Bapaaaaaaaaaaaaaaaakkkk Bapak sedang tidak bisa beraktivitas seperti biasa. Semua hal yang biasanya dikerjakan bapak harus di ambil alih sementara. Pelajaran besar untuk anak-anaknya yang biasanya bisa minta tolong sesuka hati, sekarang diputar balik.

Menyapa masyarakat Pupung, Rondowoing, Flores

Saya terbirit-birit menyiapkan perjalanan kali ini, Manggarai Timur, NTT. Disana ada koperasi kecil KUD Borong Jaya yang sudah berdiri sejak tahun 1980-an, orde baru. Kali ini saya mendampingi pelatih usaha kecil dan menengah untuk mengajar warga desa yang baru saja teraliri listrik dengan tenaga air. Kementerian Koperasi dan UKM menunjuk beberapa koperasi untuk mengelola aset ini. Ide dari pemerintah yang brilian menurut saya dan teman-teman di kantor. Jumat saya siapkan dokumen perjalanan, Senin pagi saya terbang ke Kupang. Kami akan bertemu disana kemudian terbang ke Ruteng, dan dilanjutkan dengan kendaraan darat. Pak Aloysius Ontar, ketua KUD sudah menyiapkan kendaraan untuk kami, Pak Yos yang menjemput dengan mobil roti balok. Perjalanan dari Ruteng ke Borong ditempuh dalam waktu 1.5 jam. Dengan wajah ramah khas Manggarai, Pak Yos mengantar kami dan bercerita kesana kemari. Berbeda dengan travel lainnya yang suka menyetel lagu memekakkan telinga, Pak Yos lebih senang mend...

Tuan Nona Kesepian

Tuan apa yang salah padamu Mengapa wajahmu ada seribu Tuan apa yang salah padamu Seakan dunia hanya kamu, kamu, kamu, kamu Nona, apa yang salah padamu kau tahu ku tak punya hati kau masih saja menanti. MusikTulus, with his explicit lyrics. 

menepi ke pinggir

Anak itu menghampiri saya yang sedang melipat-lipat kertas membuat kincir angin untuk siswa kelas 4.  "ibu, kincir angin itu besar dan tinggi ya? ibu pernah liat dimana?" "ibu pernah lihat di jerman" "di Jerman ya bu.. Jerman itu jauh ya bu.." Mata itu binarnya tidak bisa saya lupa hingga sekarang. Pagi itu tanggal 12 Februari 2014, di Sekejati pinggiran Bandung. Sebelumnya saya cerita soal pembangkit listrik matahari dan angin dalam lingkaran besar anak-anak lincah ini. Di kelas 6, saya sibuk membagi kertas dan meminta salah satu anak untuk membantu. Siswa pria malu-malu menghampiri dan membantu saya. Hebatnya ia sangat terampil membuat kincir yang berbeda dengan yang saya pelajari malam sebelumnya. Kami pun membuat kincir sesuai model yang ia buat, dan ia berkeliling membantu teman-temannya. Kesempatan Sedikit dorongan Harapan Apalah artinya yang saya lakukan dibanding orang-orang lain yang sudah lebih konsisten dan lebih be...

Jamaica Happy

Always genius. Happy from Jamaica!

Ja.rak

Seorang perempuan menatap nanar pada layar. Terkadang ia hilang pijak pada dunia. Melayang dan terbawa arus, terkadang ia kehilangan apa yang dicarinya. Perempuan itu menatap nanar sambil jarinya bergeser ke atas, ke bawah, ke kiri, ke kanan. Berpura-pura tertawa lewat tulisan. Tapi siapa yang pernah melihat raut wajahnya. Ia meletakkan benda kotak dengan jaringan satelit itu ke meja, dan beralih pada dunianya yang sebenarnya. Ia melirik sambil menahan goda untuk mencari kabar orang yang diperhatikannya sejak lama. Ia menghela dan menutup mata. Dicarinya keran air dan mulai membasuh tangan, berkumur, membasuh muka dan seterusnya. Ia hanya bisa menggelar karpet khususnya dan menutup seluruh badannya hingga tak ada pola. Mengagungkan, bersedekap, lalu meletakkan dahinya pada titik terendah. Tersedak ia karena air yang keluar dari hidungnya dan berusaha ditahannya. Namun rasa yang ada di dalam terus sudah mengumpul di dada, ia harus keluar, dan tumpahlah ia lewat dua lubang di waja...

Tetap fitaerK !i!

Jeda dari tulisan panjang. Ini adalah pajangan meja di meja saya. Semoga sering dilirik.  Eh ternyata Shally temanku menemukan versi video nya lho..

Ta.bir dan Ja.rak

Tabir n 1   tirai penyekat (pendinding) atau penutup dinding 1 ja·rak   n   1   ruang sela (panjang atau jauh) antara dua benda atau tempat Ada dua kata yang pada beberapa hal membuat berpikir panjang. Apakah mereka sebaiknya ada, atau kita enyahkan saja, karena keduanya kadang membuat frustasi. Iya, dua kata di atas yang saya tuliskan pengertiannya dari KBBI. “hati-hati mba di laut dengan kapal seperti itu” kata seorang Bapak yang saya temui di sebuah pulau ketika kami mampir untuk shalat di masjidnya. Saya, dua orang teman kantor, dan dua nelayan berputar-putar di area Raja Ampat dengan kapal sekoci putih. Nekat, kira-kira begitulah. Kami punya waktu 12 jam untuk melakukan ini, dengan hasil kulit yang terbakar lumayan parah. Ini adalah perjalanan yang tertunda dari hari sebelumnya karena angin barat melanda perairan sana. Pagi itu lepas Shubuh, kami siap berangkat, pun sudah berpamitan dengan keluarga Nasarudin di Pulau Soop yang asli Buton. Keluar...

Ruang kecil ini

Ruang kecil itu ada di dekat dapur dan ruang makan bersama. Ruang makan itu menghadap taman, sejak kecil aku ingin rumah seperti ini, tapi sekarang diberikan sebagai kantor. Dia memang Maha Baik. Di Ruang kecil itu kami menggelar karpet, ada lemari kecil dan kipas angin di atasnya. Letak lemari itu di pojok, tempat kami meletakkan pakaian shalat dan perangkat lainnya. Dulu hanya ada sajadah sekedarnya, karena dulu yang perlu shalat masih sedikit. Disini kusebut ruang kecil ke dunia lain, dari suara keyboard yang bersahutan, dari gumam diskusi atau latar belakang suara bajaj di jalan depan kantor. Disini tempat karpet karpet sujud dibanjiri tetesan air yang tidak terkontrol. Ruang kecil ini menyimpan berbagai rahasia pikiran yang sering nakal mengganggu ikhtiar. Sst dia mungkin tahu semuanya XP. Tapi bukankah ia peyimpan rahasia yang baik :) Ruang kecil ini, meski sempit dan hanya cukup untuk 3 orang dewasa berjajar, tapi ini tempat terbaik untuk berpikir dan menenangkan pi...

Setangguh Hajar

Seperti kesabaran Siti Hajar yang diuji dengan kesendiriannya Saat Nabi Ibrahim diperintahkan untuk meninggalkan ia dan Ismail di Bait al Atik yang kering Seperti kesabaran beliau yang memberanikan diri untuk ikhtiar dan ikhtiar, dari Safa ke Marwa Sampai takdir terbaik dari Allah SWT datang, air zam zam Tempat para musafir berkumpul dan menetap menjadi Mekkah Kesabaran yang mampu meneruskan sejarah kenabian hingga dikaruniakan manusia semulia Nabi Muhammad SAW Sepertinya saya tidak bosan membahas sabar, karena terlalu lemah hingga perlu selalu diingatkan..

Menoleh dan menunggu

Suatu kali di persimpangan jalan, seorang teman meraih tangan dan mencoba menggenggam tangan saya. "kak tunggu.. ". Saya menoleh ke belakang, tidak sadar bahwa saya berjalan bersama teman lain. Lain waktu di sela perpindahan jam kuliah, seorang teman pria berkata "jalan lo cepet juga ya untuk ukuran cewek.. ". Saya cuma menanggapi datar, bukan pujian dan bukan hinaan, yang saya tahu saya sudah tiba di kelas. Tidak jarang saya harus menoleh ke belakang dan menunggu ketika berjalan dengan orang lain. Sekedar merapat ke tembok atau memperlambat langkah. Tidak sadar. Ibu bilang "kamu kalau jalan seperti pakai kacamata kuda", kemudian menyarankan saya untuk pergi ke toko buku sementara beliau berputar-putar sambil belanja. Tidak tahu sejak kapan, tapi saya tidak ingat kapan pernah jalan di belakang. Sesekali pernah, tapi tiba-tiba saya sudah harus menoleh dan menunggu rombongan lainnya lagi. Tidak sadar. Suatu kali teman kos saya pernah berusaha memperlam...

Kenapa kita kecewa?

Sebuah pikiran meluncur masuk begitu saja ke otak, melalui orang-orang yang cerdas dan mampu menjelaskan perihal hakikat hidup. "Ruh manusia berasal dari surga, disanalah kesempurnaan ada. Ketika ia diturunkan ke dunia, maka ia mencari kesempurnaan seperti yang ia temukan di daerah asalnya. Ia terus mencari kesempurnaan di dunia, karena itulah ia sering kecewa sedangkan dunia tidak diciptakan untuk kesempurnaan. Manusia diturunkan ke dunia ini untuk diuji, dan waktu di dunia hanya sementara. Maka rugi sekali ia yang terus-terusan memaksa untuk mendapatkan kesempurnaan atas apapun di dunia, karena itu tidak akan pernah ada di sini. Kesempurnaan hanya ada di sisi Allah SWT, di surga, di tempat ia kembali." Itu juga kalau kita mampu kesana ya.. Oh... lalu saya pun gemetar mendengarnya.. Saya harus ingat ini seumur hidup.

Addis Ababa kesan pertama

Saya mungkin berhutang cerita soal negeri Habasyah (Ethiopia). April 2012, saya diminta bergabung dengan rekan saya ke sebuah pertemuan mengenai akses energi di benua afrika. Asia merupakan salah satu kiblat pembangunan di Afrika, dan Indonesia cukup maju di bidang pembangkitan listrik dari air skala kecil. Pertemuan ini bukan skala besar, namun merupakan jaringan dalam kantor saya. Ethiopia. Saya hanya tahu ia adalah salah satu negara Afrika Timur. Perjalanan 20 jam ditempuh melalui Dubai dan itu merupakan perjalanan panjang kedua saya setelah perjalanan ke kota Haram 5 tahun sebelumnya. Berdua saya pergi dengan rekan saya berkebangsaan Jerman, sekarang dia sudah ditempatkan di Burundi. Afrika adalah impiannya. Senang dan bersemangat, tentu saja, ini Afrika! Tidak sesenang itu hingga saya sadar sejarah hebat negara ini. Saya tiba di Addis Ababa, ibukota yang terletak di dataran tinggi. Kami tidak sabar ingin mengintip Addis dari jendela, dan pemandangan yang paling membu...

Awam

Kapan terakhir kali merasa awam? Maksud saya bukan sekedar tidak tahu, tapi merasa "oh, kemana saja saya selama ini. Gw gak tauuu banget iniii. Ah gini aja belom bisa. aakh bodohh banget sih jadi orang " dan sebagainya. I was and still am, recently in light desperation. Memang kalau mau (merasa) pintar jangan belajar. Karena belajar tidak akan menyelesaikan masalah soal ketidaktahuan. Faktanya, belajar akan membuat kita selalu merasa tidak tahu. Nah itu risikonya. Dan menelan risikonya tidak semudah itu juga. Oh.. Dan terbukti tafsir Al 'Asr ayat ketiga. Iman saja tidak cukup, harus saling menasihati untuk beramal shaleh, beramal shalih juga tidak cukup, harus saling wasiat-mewasiati dalam kesabaran. Sabar dan shalat. Sabar ditulis sebelum shalat. Super duper ultimate ini si sabar. Pak QS bilang sabar adalah menahan gejolak dari hal yang menghalangi kita untuk melakukan/mendapatkan hal yang baik atau lebih baik. Sabar itu cermin kekuatan, makanya berat kan....

unconditional respect

I like Yasmin Mogahed, intelligent, sharp, pious, and her explanation is simple yet get straight to the heart. I found this lecture, duet with other scholar, explaining how to be a man and woman in Islam.  I highlight few messages: That women should learn about unconditional respect, because man highest interest is to be respected.  While men should learn about unconditional love, because women highest appreciation is to be loved. Overall, I found this lecture really enlightning, probably you will find it interesting as well. :D May Allah SWT give us more knowledge to be a better human being. :)

Lari

Belakangan aku tidur awal sekali mungkin aku rindu, padamu, dan lari kepadaMu lari dari segala ide tentangmu, tentang hidup mungkin sedikit harap yang jika digunakan logika, akan tak sampai Hanya satu cara yang aku tahu.. Aku berlari padaMu lari dari segala keinginan yang jauh di atas kemampuanku Lari dengan terburu-buru, tidak sadarkan diri, tersengal kemudian mengarung mimpi hingga terbangun dini hari Keheningannya membuatku jatuh rindu senyapnya seperti sedang mendengarkan ocehanku secara hati-hati dan jawaban yang kudengar sendiri di dalam hati Percakapan monolog dua arah mungkin namanya Sebelum semua pengeras suara bersahut-sahutan merayakan pagi aku tidak ingin terganggu Ini waktuku bercerita tentang aku dan harapanku dan juga mengoceh tentangmu Pendar bulan dalam gelapnya langit senyapmu seperti pelukan yang tiap hari aku butuh menyinari tanpa menyakiti Aku didengarkan dari tempat yang tak bisa kulihat dengan kasat mata mungk...

Some search for gold

I don't understand politics, whoever takes control please stop abusing people. :( Some says a war is needed but please save kids and women from suffering.... #Syria #SOS

Reflect

It's been two years, living a life as a development worker. With temporary type of job, some may say I am one of the amateur people who live in an idealist world. No permanent job with less benefit. Well, that is a "pain" that probably I'd like to get along with or probably it is not a pain. Started with the expectation to change the world, afterall, we are too small to do it alone. I learn to compromise and to be more realistic.  Development sector is indifferent with ,probably, business-like circumstances. There are tight targets, unquestionable tight budget, demanding colleagues, competition. Oh and also, the big lion : politics. To measure performance, all dreams should be pulled into pragmatic measures, which is fine. I am not a big fan of competition, but I am a loyal supporter of collaboration.  When it comes to "good" deeds, the idea of helping other people, et cetera. Expectations become higher yet scattered. Everyone has their own idea ...