Skip to main content

Posts

Clueless

Siapa sih yang suka marah-marah? Buat saya yang emosional ini, marah itu sesuatu yang saya hindari karena ucapan seringkali lebih cepat dari logika, yang akibatnya: penyesalan. Paling enak kabur ke tempat sepi atau ke kamar mandi nyalain keran, api memang lawannya air. Percaya atau tidak, saya lebih cepat marah saat sedang menyetir. Tidak boleh ada yang salah di mata saya, padahal dalam jalan pikiran seperti itu kesalahan lebih sering ada pada saya. Menyeramkan sekali saat sadar bahwa sumbu marah saya menjadi semakin pendek.   Apa sih yang menyebabkan marah? Setiap orang pasti berbeda-beda ya. Buat saya keadaan yang paling tidak menyenangkan adalah saat berada dalam keadaan clueless pada hal yang menjadi perhatian saya. Clueless kenapa orang-orang bisa berbuat seenaknya di jalanan? Clueless kenapa si fulan melakukan perbuatan tidak menyenangkan? Clueless kenapa rencana begini jadi beginu? Clueless kenapa begina beginu begono? Terkadang ada satu nasehat yang sering dilupakan,...

important message

Reading articles from twitter, that I had marked as favorites whenever I found them, has become my habit recently. These one is powerful, talking about a book titled 'Poor Economics'. It contains research results from Prof Abhijit Banerjee from MIT and his partner Esther Duflo, explaining why working as a source of ideas instead of only evaluating ideas has been so successful.  He delivers a very strong message:  " You can only understand people's problems when you start talking to them and stop making assumptions about their lives. " I have to, I have to write this on. Very important message. Review about this book on Radio Netherlands Worldwide: In Poor Economics, Banerjee and Duflo are very clear about the objective of their research. They do not pretend to be looking for the answer to the eradication of poverty. They are only trying to find solutions to the problems at hand. They do so by leaving the comfortable confines of their offices and getting...

Bersyukur

Setelah saya mengingat-ingat, tampaknya banyak yang perlu di syukuri untuk tahun 2011 ini. Sedikit jatuh bangun ingin punya publikasi ilmiah dan berpikir bahwa Indonesia harus lebih punya perhatian pada para peneliti, masa depan itu tentang inovasi bukan semata-mata menjadi yang paling murah Konferensi ilmiah pertama bersama Agung, plus Kiki bertualang di Tamil Nadu, India. Setelah sebelumnya ke sampai di KL dan berjalan-jalan sendirian, saya pun sempat hilang di Petronas! Alhamdulillah sampai hari ini aliansi orang aneh ini masih kumpul kadang-kadang, asik buat diskusi dan berbagi. Kelabang nyebrang, Bro! :D Kerja keras dengan sebagian besar anak kosan untuk mengejar kelulusan. Alhamdulillah tercapai yaa! Kenalan dengan Beni, lewat Mona, yang ternyata menjadi jalan ke misi pribadi. Energi! Bergabung dengan Wangsa Jelita, diundang Nadya, Fitria, Amirah, meskipun akhirnya saya memutuskan keluar untuk mengejar misi pribadi saya yang berbeda sektor. Senang sekali WJ ini melompat ting...

Live simple

Recently, I had a travelling with my whole family to my father's hometown. It was the first Cirebon trip for my bald nephew and little pinky niece. We spent our weekend there, drove our 90's Kijang.  I spent most hours with the eldest, 5 years old Kaysa. She asked so many questions which were challenged me to explain anything in a simplest way. She learned, but I who learned a lot from her.  Saturday night when we were very tired after 5 hours trip, suddenly she sat on my lap and said  "aku sayang teteh atiek"  and she hugged me. :') Back in the days, she found it difficult to show affection to her beloved unlike her little sister. She was very jealous with her sister until her mom told her to show her feelings more often, and she looks happier now.  To live is simple.

Kritik

Kebebasan berpendapat sudah jadi hal lumrah disini, ya setidaknya di lingkungan saya atau di televisi. Tapi ada satu cerita yang menarik perhatian saya, dituliskan kembali oleh @salimafillah di twitter. Saya belum izin mau dituliskan kembali disini nih, tapi saya yakin beliau berkenan lah ya. (pede jaya) Pernah bersyair Asy Syafi'i; "Nasehati aku kala sunyi & sendiri; jangan di kala ramai & banyak saksi. Sebab nasehat di tengah khalayak terasa hinaan yang membuat hatiku pedih & koyak; maka maafkan jika aku berontak." Adalah Imam Ahmad; agung dalam mengamalkannya .  Inilah yang dikisahkan Harun ibn 'Abdillah Al Baghdadi; "Di satu larut malam", ujarnya, "Pintuku diketuk orang. Aku bertanya, 'Siapa?' Suara di luar lirih menjawab, 'Ahmad!' Kuselidik, 'Ahmad yang mana?' Nyaris berbisik kudengar, 'Ibn Hanbal!' SubhanaLlah, itu Guruku Kubukakan pintu, & beliaupun masuk dengan langkah berjingkat; kusilakan d...

Pengamen cantik

Ada lagu enak.. ada lagu enaakk. Seandainya ada acara seperti ini di stasiun Indonesiaaa.. Saya mungkin lebih sering ke stasiun, bukan naik kereta tapi mendengarkan musik sederhana seperti ini.. :D Selamat menikmatiii ! :)

recharge

Back to Sulawesi, Toraja Utara to be precise. I need to recharge my mind that I work for a bigger purpose! So this business trip might be a nice way to do that. Gotta prepare! :D Explore!

soundtrack

yayaya.. soundtrack sampai tabungan cukup, kuota ada, badan sehat, waktu pas. namanya juga nunggu dipanggil, yaa usaha dulu yang penting :D

Improvement

I'm having a mind-pause for a while. A moment when you hardly find sparks in your eyes. A moment when you really want to open a map. I don't know when it started, but i hope it will end very soon. Well if life is about connecting the dots, at least I need enough enthusiasm and tenacity to go through the scattered dots. May be i need to reconcile with myself and do some improvements in my life. Meanwhile, I just want to share a post from our new minister : Manufacturing hope. http://dahlaniskan.wordpress.com/ Enjoy! "Berkahilah kami dengan pikiran yang melangit dan hati yang selalu membumi"  - doa @pidibaiq setiap pagi.

Terima Kasih

Pulang dari Bukittinggi, menemukan kotak jam wayang yang sempat dikira paket bom sama si babeh. ckckck Anw, Terima kasih ;D #serbuan balita di rumah begitu menyeramkan mari diamankan

Hidup

Pagi 31 Oktober 2011 saya buka mata, sampai juga saya di angka 25. Saat saya mulai menerima ucapan doa, sahabat kami berpulang. Terduduk saya menerima kabar duka Pening saya mengingat setaun lalu terakhir kami jumpa, tepat sebelum Ramadhan Berani dia mendaki, berkeliling, makan nasi garam mencari ayah mertuanya Sebulan lebih gigih mencari petunjuk, sampai akhirnya petunjukNya benar-benar datang di akhir bulan Sya'ban Menempatkan sahabat kami menjadi kepala untuk dua keluarga Terpana saya melihatnya, bercerita sambil tertawa Berusaha membuat kami tidak terlalu khawatir dengan keadaannya dan keluarganya. Bayangan setahun lalu itu berulang-ulang terus di kepala saya Hari ini saya jumpa ia kembali, tertutup kain dan terbujur kaku Kita mengobrol lagi lewat doa ya, Po. Hidup. Sekejap mata saja ia berpulang Sehela napas saja ia tidak akan kembali

balance

life will find its balance no matter how bad it is in the beginning you just have to keep going to find what you've been looking for through the journey just like a bicycle just like an airplane stop looking at the rear windows no fear no regrets for the decision you have taken enjoy the ride, the journey the new circumstances and when you remember to look back for some time you know you are blessed. :)

Keliling dunia

Keliling dunia. Ah asik banget kayaknya.. Uuuu... Hmmm.. tapi yang ini mesti tunai dulu ah, biar tenang rukun lengkap. #komatkamitkomatkamit harus pas masih muda sama mahram. kabul!

Bicara moral

Bicara moral saat ini itu seperti apa ya.. hmmm bias. Sebuah kolom di koran Jakarta Globe bercerita soal kecenderungan remaja di Amerika untuk mendasarkan pembedaan soal baik-tidak baik dari perasaannya disaat itu "does it feel right? or wrong?" Penulis kolom tersebut bilang, dulu moral adalah sesuatu yang dibagi, sebuah kesepakatan bersama dalam suatu sistem masyarakat, tapi sekarang moral dikategorikan bersifat pribadi, tergantung dari masing-masing orang. Hmm mungkin lebih dibilang relatif. Suatu kali pak Anis Baswedan dalam tweetnya menulis bahwa kebenaran hanya disandarkan pada pasal-pasal KUHP, nilai-nilai kepantasan tidak dianggap lagi (mungkin beliau sedang mengomentari fenomena yang terjadi saat ini).  Menurut saya nilai-nilai kepantasan itu adalah moral yang dibagi dalam suatu masyarakat. Kedua tulisan dari Jakarta Globe maupun pak @anisbaswedan sepertinya membicarakan hal yang serupa: nilai moral yang dibagi/share dalam masyarakat menjadi koridor sikap tiap indivi...

Surprised me.

Do you like routines? My father doesn't, neither do I. Sometimes I get crazy when it comes to routines, and now I've started mine. I need bumpy feeling. One spontaneous mission had accomplished yesterday, 'the U-shaped mission' . I surprised myself and the other one too (maybe). I enjoy it, always, realizing that I'd done one 'silly yet thrilling idea' that snap into my mind at Metromini. This restless mind can do magical things. Yes, there were changing plans, some unexpected conditions almost ruined everything. But plans are adaptable.. ;p Actually, escaping from routines isn't the single reason behind that, always need a trigger. It takes heart over mind to do surprise and be surprised, doesn't it? ;D (proven to be true for 7 yrs, ask my bestest friends, we always failed to do that but still had great times) As JK always says "Just DO!" and of course mind will find how. :)

giliran

segala sesuatu diciptakan berpasangan dan dipergilirkan antar keduanya. susah senang muda tua sakit sehat siang malam sabar dan syukur diberi kesenangan bersyukur, diberi tantangan bersabar. jika benar ikhlas, kebahagiaan dan kesulitan sudah melebur dan menjadi netral. toh tujuannya satu, membuat kita kembali fitrah. fitrah sebagai manusia yang tidak punya kuasa dan lemah. Ah semua ini kan sudah sempurna hitungannya, tinggal bersiap mengikuti pergilirannya.. ;) Sepuluh hari terakhir Ramadhan ini, masih Dia beri kami kesempatan untuk dekat denganNya lewat sabar dan syukur yang datang silih berganti.. Pasti lebih kuat dari Syawal tahun lalu :) Tomang, 25 Ramadhan 1432H

Why shaum?

This is what i've got from @QueenRania twitter account (queen of Jordania) a link to viral video from @UNICEF about severe famine and worst drought that have been happening in Africa, especially Kenya and Somalia. I know here in Indonesia we still have millions of people in hunger too. But just spent couple of minutes to watch this video. I shed a tears in a second, I should repeat 'Alhamdulillah' trillions times if I compare them to my life now. Compare to our condition now, able to live without hunger, desperation, fatigue, and frustration. This is why shaum is mandatory for us, Moslems, to feel hunger, to have a deep understanding about others who've been living in hunger. Can you imagine, you are so hungry while there are weapons watching you from all over the corners because of an endless civil war, streets cover with dust, and to live without water? For me that is beyond my definition of suffering. We just have to experience hunger, not civil war or worst drough...

Tuanku haji

Ramadhan belum saja mulai, Sya'ban pun belum akhir tapi berita berdesakan mengantri zakat sudah muncul di televisi. Cerita sama yang terus berulang, pengusaha muslim yang membagikan zakat pribadi pada ribuan rakyat miskin. Tebal-tebal sekali lembaran 10 ribu dan 20 ribu yang tersembul di kantong baju taqwa (koko) nya. Tak ketinggalan kilatan lampu dan kamera yang siap menangkap momen-momen 'mengharukan' ini. " Tuanku Haji, sedekahkan harta dengan cara yang memanusiakan manusia: anda dan penerimanya. " Yah, saya memang sinis. Mohon maafkan kesalahan saya dari tulisan dan lisan saya yang sering sembrono. Lidah tak bertulang, tulisan tak kenal siapa yang membacanya. Semoga saja hal-hal yang kurang berkenan hanya karena kurangnya pengetahuan bukan lemahnya iman. Selamat datang Ramadhan. :)

Pocoyo!

In the middle of the night, my sister asked me to search videos for her baby, Haydar. So we're You tube-ing and we found POCOYO!! Soo excited! Baby boy will love them.. my favorite episode so far. :D Giggle Bug! When I told about Pocoyo to my niece, she said it's been her favorite program on cable tv. So I started to play as pocoyo casts, pato and elly. But she just said, "you're so happy" and smile awkwardly. :D Oh yes, Kaysa, your aunty still keep her joy-being-a-kid inside. Sometimes you use your mom's high heels while i'm craving for flipflops and pocoyo, am i younger than you now little lady? :p