Skip to main content

Posts

Filek

Sering denger gak kalo sakit itu bisa jadi jalan buat membersihkan dosa atau pengingat atau alarm, you name it , dan para alim sering bilang "banyak istighfar, sabar" dan saya mencoba percaya Insya Allah ada kemudahan setelahnya. "...sesungguhnya di balik kesulitan ada kemudahan, di balik kesulitan ada kemudahan.." Cuma butuh beberapa jam, sraat sroot, tantangan yang dikasih si bapak pun ditunjukkan jalan keluarnya. Saya gak percaya kebetulan, semua sudah diatur toohh.. *hiperbola ya gw, padahal cuma pilek :p. Alhamdulillaaahhh :D Maha Baik.

Labirin

Tadi malam saya mimpi riweuh sekali. Sepertinya tentang perjalanan saya mencari jurnal penelitian saya yang tertinggal entah dimana. Disana saya melalui jalanan terjal yang dialiri air, licin sekali, lalu saya berputar di lingkungan rumah tinggal yang sama, naik turun, berputar, lalu kembali ke tempat yang sama. Saya coba jalanan lain yang lebih kering, sempit, namun berhenti di tempat yang sama. Sempat pula perjalanan saya harus melewati makam-makam yang nisan-nya menggunakan laptop, lalu bertemu orang yang sangat takut dan kaget sekali melihat saya (whaat?? imoettzz beginiii?!).  Absurd. Mimpi ini memang labirin pikiran saya sendiri. Ketakutan punya efek seperti kaca pembesar, membuat masalah lebih besar dari yang sebenarnya.  #fastblogging #backtowork

#indonesiajujur : Hidup saja di lemari debu

Ketika mengikuti perkembangan pelaksanaan ujian akhir nasional, saya tercenung begitu mahalnya usaha yang dilakukan untuk sekadar mengamankan soal dari kebocoran dan kecurangan. Begitu mahalnya harga kejujuran di negara ini, tapi ironisnya pendidikan yang dibuat mahal itu hanya dipandang rendah oleh sebagian orang. Kenapa murah? Karena pendidikan hanya   dihitung dari goresan angka di lembar ijazah yang harganya tak sampai 10 ribu rupiah. Kalau negara ini dibilang sudah defisit rasa percaya, peristiwa mencontek masal ini adalah buktinya.   Membesarnya rasa tidak percaya ini bahkan sudah dimulai di tingkat paling fundamental, keluarga antara orang tua dan anaknya. Ironis.   Orang tua tidak percaya bahwa anaknya mampu menyelesaikan ujian dengan kemampuannya. Kemampuan yang diajarkan guru setiap hari atau pemahaman murid dari akalnya sendiri. Lebih dalam lagi ada kekurangan rasa percaya diri dalam diri orang tua, guru, dan murid. Saya pernah jadi siswa dasar sampai tingkat...

hari ayah

Selamat hari ayah. 3 Juni :') *versi miiko* buapaakkeee!!

Cepet salah

Hari-hari biasa di umur seperempat abad, menghadiri pernikahan teman yang artinya adalah reuni. Sambil menunggu pengantin yang berjalan lambat menuju pelaminan, kami berdiskusi makanan apa yang akan disantap. (hehehe) "Siomay" | "Ribs" | "Sate kambing" | (diam karena bingung) Saat tiba waktunya mencicip, saya terkejut melihat teman saya sigap sekali sudah mengunyah. "Wah, udah ngambil aje lo?" "Kalo bingung cepet dikerjain, supaya cepet salah" Hmm dalam hati : "..dan cepat ketemu solusi tentunya ya" Beginilah kenapa saya suka sekali reuni. Banyak hikmah :)

doubt

Rebahan dan melihat langit-langit, merasakan gejala serupa  writer's block . hm mungkin researcher's doubt. "Dekati Tuhan dengan ilmu, bukan mencari tuhan-tuhan lewat ilmu" ah, luruskan niat. Insyaa-aLlah gak ada buntu dan ragu lagi.

Kereta Api Cerminan Bangsa?

Bukan saya tidak serius menulis hal terkait keprofesian saya. Tapi saya tergelitik untuk menulis setelah mendengar siaran ‘Tajuk Hari Ini’ di Delta FM. Ya, saya lebih suka dengar radio dan memilih berita di internet. J Stasiun TV berita sekarang kurang independent kayaknya. :p Oke apa yang dibilang oleh si penyiar radio bersuara bagus itu? Menarik, mengenai perilaku penggunaan kereta api adalah cerminan bangsa. (jika saya tidak salah menuliskannya kembali). Kalau dipikir-pikir tidak berlebihan juga karena Jakarta adalah tempat berkumpul banyak orang dari berbagai daerah. Area pelayanan kereta api juga dari kelas ekonomi sampai eksekutif. Darimana dimulainya cerita ini? Dari lagu “Naik kereta api, tut tut tut, siapa hendak turut, ke Bandung Surabaya, naiklah dengan PERCUMA” Apakah ini pembenaran saudara-saudara sebangsa yang gemar nangkring di atap dan di sambungan kereta, menaiki kereta dengan gratis? Kalau menurut saya itu mungkin menjadi pola pikir bahwa kereta api adalah saran tran...

waiting outside the lines

You'll never enjoy your life/ living inside the box  /  You're so afraid of taking chances/  how you gonna reach the top?  /  Rules and regulations/  force you to play it safe/  Get rid of all the hesitation/  it's time for you to seize the day/  Instead of just sitting around/  and looking down on tomorrow/  You gotta let your feet off the ground/  the time is now/  I'm waiting, waiting outside the lines   Try to have no regrets/  even if it's just tonight/  How you gonna walk ahead/  if you keep living blind/  Stuck in that same position/  you deserve so much more/  There's a whole world around us/  just waiting to be explored/  Don't wanna have to force you to smile/  I'm here to help you notice the rainbow/  Cause I know/  What's in you is out there/  I'm waiting, waiting outside the lines   I'm trying to be patient/  the first step is the ha...

backup

1 jam 45 menit waktu saya dimanfaatkan untuk mengamankan arsip tulisan saya di blog ini. Peristiwa hilangnya tulisan saya setelah terjadi masalah pada blogger membuat saya panik, untungnya hanya sementara. Panik karena ternyata saya tidak menyimpan tulisan saya di komputer, hanya mengandalkan database blogger. Oh ya tentu saya jadi melihat periode-periode hidup saya sejak blog ini dibuat tahun 2007. Dimana terjadi transformasi gaya bahasa dan topik yang dibicarakan. Begitu kacaunya tulisan saya saat pertama kali dibuat, sambil menyindir batari dan yasmin (2 orang yang membuat saya ingin menulis di blog) bahwa tulisan mereka serius, dan ternyata sekarang tulisan saya mulai serius. BAH! :)) Fakta lain, periode tergalau adalah Mei - Desember 2010, yang ada di dekat saya pada periode itu pasti mengerti dan hanya mengelus dada melihat tulisan saya disini, serta gak berani nanya. Galau amat sih gue. HAHAHAHAHA Alhamdulillah sudah lewat. :) :) :) 2011 be nice, be nice. Full of energy an...

keadilan di jalan

Yang terhormat pengguna kendaraan bermotor. Saya baru mencicip jalanan berbukit ini selama 6 bulan menggunakan sepeda. Tidak terlalu lama seperti kalian mungkin. Kita semua tau begitu curamnya tanjakan menuju dago atas, dan butuh tenaga ekstra bagi saya yang mengandalkan kekuatan kaki. Ya, saya menggunakan sepeda yang tidak menggunakan motor, tidak punya spion, tidak punya lampu sein, tapi saya gunakan lampu hazard dan senter depan kalau-kalau pengendara lain sulit mendeteksi keberadaan saya saat berkendara malam hari. Saya gunakan helm sebagai peranti keselamatan saya sendiri sehingga tidak perlu menyalahkan siapapun jika hal buruk terjadi. Saya menggunakan tangan untuk meminta jalan kepada pengendara lain, hal yang membuat saya paling takut adalah memotong jalan kalian para pengguna kendaraan bermotor. Saya tidak secepat dan selincah kalian, memotong jalan bagi saya membutuhkan waktu lebih lama. Menggunakan satu tangan kadang mengurangi keseimbangan saya, sehingga seringkali say...

makanan daur ulang

Alkisah saya yang sedang malas beli makan di warteg ini merasa tubuhnya sudah terpapar terlalu banyak minyak, jika dikombinasikan dengan stres tidak akan baik bagi tubuh. Maka saya mencoba beberapa menu kukus dan rebus. Pertama saya buat pepes tahu, ya cuma potong-potong beberapa bumbu (bawang putih, bawang merah, sereh, salam, cabe, lengkuas) dicampur tahu putih, garam, gula, lalu dibungkus daun. Oke ternyata diterima oleh lidah saya setidaknya, dan beberapa teman kos saya (hm mungkin terpaksa). Menu kukus kedua adalah mendaur ulang makanan. Saya punya ayam bakar yang saya bungkus dari rumah, setelah saya hangatkan dengan menggoreng rasanya salah nih. Bagaimana kalau kita kukus. Ayam suwir kukus sayur (ceilee pake ada namanya) - dada ayam goreng, atau ayam ungkep, atau ayam yang sudah matang, suwir suwir - paprika merah (iris dadu keciiil keciil) - bawang daun (iris keciiil keciil) - jagung manis - wortel (iris dadu keciiil keciil) Bumbu - bawang putih cincang, sangr...

pars pro toto

pars pro toto (latin) : part (taken) for the whole (definisi diambil dari merriam-webster) Sewaktu kuliah pasti ingat ada ilmu yang menerapkan konsep 'pars pro toto' untuk mencoba mengidentifikasi pola atau bentuk dari suatu sistem. Tapi tentu tidak sembarang, perlu rentetan pengujian agar gambaran sistem dapat dinyatakan telah mewakili sistem sebenarnya, atau suatu sampel telah mewakili seluruh populasi. Tidak ubahnya saat ini di masyarakat. Nila-nila, jelaga-jelaga yang mengambang di atas bejana berisi susu, begitu menarik perhatian siapapun yang melihat sekilas. Apakah saya bisa menyatakan bahwa bejana itu berisi jelaga semuanya, ataukah saya bisa bilang bahwa bejana susu itu sedikit berjelaga namun dapat dimurnikan kembali? apakah saya akan mengambil kesimpulan pars pro toto terhadap berbagai prasangka yang bebas mampir di pikiran saya? wallahu'alam semoga bisa tetap waras untuk menguji segala prasangka dengan rangkaian fakta sebelum benar-benar menilai. who am i ...

good spirit me-you

"We share the same round sun the same round moon why don't we share the same love? Life is shorter than most have thought. Hold my hand, there are many ways to do it right. We can share the good spirit of me and you.."

Rekayasa Kebenaran

Nah, kalau sedang mengerjakan hal penting kenapa saya jadi kepikiran banyak hal ya?  Sekarang ini berita memang sudah tidak satu arah lagi, tapi segala arah. Semuanya menganggap dirinya paling benar, hm ya tidak salah sih bagi saya. Selama orang itu melakukan hal yang menurut nilai-nilai hidupnya benar, silahkan saja. Kebenaran bisa dibilang relatif bagi tiap pribadi, pilihan yang membuat hati tenang. Tapi kebenaran bagi seseorang bisa bergeser, sesuai dengan perubahan nilai-nilai hidupnya. Manusia punya nilai hidup dan definisi kebenarannya masing-masing. Misalnya : ada orang yang bilang telanjang di muka umum itu hak asasi manusia, tapi ada yang merasa telanjang di muka umum itu dosa, bagi saya sendiri telanjang di muka umum ituu polusi pemandangan dan pikiran. Hahaha. Dunia ini digerakkan oleh milyaran kebenaran pribadi. Tapi kalau tingkat kebenaran itu bisa dikuantifikasi dan di plot ke dalam diagram mungkin akan terjadi diagram acak. Lalu jika ditambahkan garis trend berda...

Sjarat Sjahrir

"Njatalah bahwa sjarat jang terutama bagi negeri kita adalah usaha kaum terpeladjar kita, kaum pemikul kebudajaan kita, untuk menghubungkan kedudukannja, nasibnja, kebudayaanja dengan keperluan rakjat kita jang terbanjak.." - Sutan Sjahrir (1952) menarik perhatian di tengah pencarian paper energi, perpustakaan ITB, 26 April 2011.

otobiografi

Akan kujemput karyamu, Bung. Segera setelah kuselesaikan tanggung jawab ini. Tak kalah pentingnya yang sedang kukerjakan dan aku tak kan ingkar kali ini. :)

?

Ah, sebenarnya saya tidak terlalu tertarik membahas film '?' ini. Kenapa saya akhirnya menulis tentang film ini? karena beredar banyak artikel yang mengecam dengan terang-terangan. Jujur saya, saya dan dua teman saya yang menonton tidak merasakan efek apa-apa. Film itu seperti tulisan di pasir yang tersapu ombak, hilang tak berbekas di pikiran saya. Percaya atau tidak, yang membekas di saya hanyalah dramatisasi babak akhir yang menurut saya 'diada-ada-kan'. Hingga saat adegan itu ditayangkan saya bergumam 'non-sense!' *hei ini pendapat pribadi sekali ya* Sungguh saya belum dalam memahami agama saya sendiri, maka saya tidak akan membahas penyimpangan film ini seperti yang dibahas pada artikel-artikel lainnya.  Sungguh saya tidak pernah melakukan diskriminasi yang dilakukan oleh sebagian peran muslim yang ada di film itu, pun tidak pernah mengalami diskriminasi oleh penganut agama lain. Saya tidak akan berkomentar tentang ini.  Sungguh saya tidak tahu efek film i...

Ilmu

"Ilmu itu seperti menggali bumi yang tidak ada dasarnya, atau memanjat gunung yang tidak ada puncaknya?" Hm, saya rasa seperti memanjat gunung yang tidak ada puncaknya. Semakin dipanjat bukan semakin merasa lebih tinggi dari yang lain, tapi semakin merasa kecil, semakin tinggi semakin kecil. Semakin merasa banyak yang belum diketahui, ilmu-ilmu di dasar yang banyak sekali, dan banyak gunung-gunung ilmu tak berpuncak yang belum didaki. Mungkin sebenarnya ilmu itu bukan untuk dikuasai, tapi untuk ditentukan mana yang akan dimanfaatkan untuk kehidupan. Hmm mungkin dengan begitu memanjat gunung ini tidak hilang arah. Ibaratnya kita berangkat membawa bekal dan persiapan, pada ketinggian +x m (dpl), ambil hewan untuk dimanfaatkan sebagai makanan. Ketinggian +(x+y1) m (dpl), ambil tanaman untuk obat. Ketinggian +(x+yn) m (dpl), ambil apa yang ada untuk dimanfaatkan selama perjalanan. dst.. dst.. Semakin tinggi tekanan udara makin tinggi, angin semakin kencang, semakin dingin,...

One day in a week

One day in a week, we should do something that makes us really really happy. Make a plan and do it. I choose Sunday to do sport and cooking.  Although I ride a bike to campus in work days, Sunday cycling session is different. I ride slowly, early in the morning, and I don't have to fight with cars and motorcycles. Maybe someday I'll try new and challenging routes.  Although sometimes I cook my meal in work days, Sunday cooking session is different. Buy some fresh vegetables and food in traditional market, drink ''kunyit asem', find some interesting stuffs, cooking with  housemate buddies, try to make new recipes, and eat them together. oh don't forget a little chit chat in the kitchen. Cooking is about making food for others, so I won't eat them alone. It feels happier than the other days.  (photo taken from here ) Hmm.. I  really want to do picnic in a park/beach, bring some homemade food, and get there by bike. Ahh.. feel the wind in my ear, grass/sa...