Skip to main content

Posts

Rekayasa Kebenaran

Nah, kalau sedang mengerjakan hal penting kenapa saya jadi kepikiran banyak hal ya?  Sekarang ini berita memang sudah tidak satu arah lagi, tapi segala arah. Semuanya menganggap dirinya paling benar, hm ya tidak salah sih bagi saya. Selama orang itu melakukan hal yang menurut nilai-nilai hidupnya benar, silahkan saja. Kebenaran bisa dibilang relatif bagi tiap pribadi, pilihan yang membuat hati tenang. Tapi kebenaran bagi seseorang bisa bergeser, sesuai dengan perubahan nilai-nilai hidupnya. Manusia punya nilai hidup dan definisi kebenarannya masing-masing. Misalnya : ada orang yang bilang telanjang di muka umum itu hak asasi manusia, tapi ada yang merasa telanjang di muka umum itu dosa, bagi saya sendiri telanjang di muka umum ituu polusi pemandangan dan pikiran. Hahaha. Dunia ini digerakkan oleh milyaran kebenaran pribadi. Tapi kalau tingkat kebenaran itu bisa dikuantifikasi dan di plot ke dalam diagram mungkin akan terjadi diagram acak. Lalu jika ditambahkan garis trend berda...

Sjarat Sjahrir

"Njatalah bahwa sjarat jang terutama bagi negeri kita adalah usaha kaum terpeladjar kita, kaum pemikul kebudajaan kita, untuk menghubungkan kedudukannja, nasibnja, kebudayaanja dengan keperluan rakjat kita jang terbanjak.." - Sutan Sjahrir (1952) menarik perhatian di tengah pencarian paper energi, perpustakaan ITB, 26 April 2011.

otobiografi

Akan kujemput karyamu, Bung. Segera setelah kuselesaikan tanggung jawab ini. Tak kalah pentingnya yang sedang kukerjakan dan aku tak kan ingkar kali ini. :)

?

Ah, sebenarnya saya tidak terlalu tertarik membahas film '?' ini. Kenapa saya akhirnya menulis tentang film ini? karena beredar banyak artikel yang mengecam dengan terang-terangan. Jujur saya, saya dan dua teman saya yang menonton tidak merasakan efek apa-apa. Film itu seperti tulisan di pasir yang tersapu ombak, hilang tak berbekas di pikiran saya. Percaya atau tidak, yang membekas di saya hanyalah dramatisasi babak akhir yang menurut saya 'diada-ada-kan'. Hingga saat adegan itu ditayangkan saya bergumam 'non-sense!' *hei ini pendapat pribadi sekali ya* Sungguh saya belum dalam memahami agama saya sendiri, maka saya tidak akan membahas penyimpangan film ini seperti yang dibahas pada artikel-artikel lainnya.  Sungguh saya tidak pernah melakukan diskriminasi yang dilakukan oleh sebagian peran muslim yang ada di film itu, pun tidak pernah mengalami diskriminasi oleh penganut agama lain. Saya tidak akan berkomentar tentang ini.  Sungguh saya tidak tahu efek film i...

Ilmu

"Ilmu itu seperti menggali bumi yang tidak ada dasarnya, atau memanjat gunung yang tidak ada puncaknya?" Hm, saya rasa seperti memanjat gunung yang tidak ada puncaknya. Semakin dipanjat bukan semakin merasa lebih tinggi dari yang lain, tapi semakin merasa kecil, semakin tinggi semakin kecil. Semakin merasa banyak yang belum diketahui, ilmu-ilmu di dasar yang banyak sekali, dan banyak gunung-gunung ilmu tak berpuncak yang belum didaki. Mungkin sebenarnya ilmu itu bukan untuk dikuasai, tapi untuk ditentukan mana yang akan dimanfaatkan untuk kehidupan. Hmm mungkin dengan begitu memanjat gunung ini tidak hilang arah. Ibaratnya kita berangkat membawa bekal dan persiapan, pada ketinggian +x m (dpl), ambil hewan untuk dimanfaatkan sebagai makanan. Ketinggian +(x+y1) m (dpl), ambil tanaman untuk obat. Ketinggian +(x+yn) m (dpl), ambil apa yang ada untuk dimanfaatkan selama perjalanan. dst.. dst.. Semakin tinggi tekanan udara makin tinggi, angin semakin kencang, semakin dingin,...

One day in a week

One day in a week, we should do something that makes us really really happy. Make a plan and do it. I choose Sunday to do sport and cooking.  Although I ride a bike to campus in work days, Sunday cycling session is different. I ride slowly, early in the morning, and I don't have to fight with cars and motorcycles. Maybe someday I'll try new and challenging routes.  Although sometimes I cook my meal in work days, Sunday cooking session is different. Buy some fresh vegetables and food in traditional market, drink ''kunyit asem', find some interesting stuffs, cooking with  housemate buddies, try to make new recipes, and eat them together. oh don't forget a little chit chat in the kitchen. Cooking is about making food for others, so I won't eat them alone. It feels happier than the other days.  (photo taken from here ) Hmm.. I  really want to do picnic in a park/beach, bring some homemade food, and get there by bike. Ahh.. feel the wind in my ear, grass/sa...

Refresh

There are a lot of things going round and round and round in my mind, just like the picture background (exclude the loveydoveythingy). Twisting, random, and yes confusing. I've been playing with my-not-so-beautiful-mind, and end up being played by my own mind. Like an endless labirin, trap, can't get out, and yes I need a change. So this is what I've done, changed my blog background. Unlike the previous one, may my mind work a bit softer from now just like this blog colors.  #blablablabla

Perkara Izin

Terkadang banyak hal yg terlihat remeh, namun tidak untuk saya. Uh oh mungkin kalau begini terus akan terjadi perluasan area jidat saya secara berkelanjutan. Seperti cerita saya ini.  Apapun yang kita lakukan rasanya memang tidak bisa lepas dari kalimat ini 'Insya-aLlah', jika Allah berkehendak. Seperti yang saya alami kemarin. Sepertinya remeh, tapi ya saya rasa ada hikmah yang harus saya ambil sendiri. Saya berencana menemui salah satu teman saya, sekalian berolahraga bersama bapak saya. Rencana ini sudah dibicarakan 2hr sebelumnya. Oke sepakat begini begitu. Bersiaplah saya di hari itu, akhir-akhir ini memang sedang diberi rezeki bangun dini hari. Aktivitas rutin, bapak pulang dari masjid, bersiap, masukin sepeda ke mobil, minum susu, berangkaat. Optimis tidak telat tentunya. Teman saya pun sudah berangkat tapi naik sepeda dari rumahnya yang lebih dekat dari jalur bermain sepeda ini. Tentu dia pun sampai lebih dulu lalu menentukan titik temu. Awalnya itu selaras...

Sederhana saja

"Hidup sederhana, bukan karena tidak mampu dan berada, tapi karena bulat memilihnya." Sederhana dalam bersikap Sederhana dalam mengelola harta Sederhana dalam memanfaatkan ilmu Sederhana dalam menjalin hubungan sesama manusia Sederhana saja hidup ini dijalani agar maknanya mudah dipahami. :)

Prihatin

"gw naik taksi, supirnya gak lancar bahasa Indonesia, terus di tangannya zikir terus gitu. Haduh gw khawatir, jangan-jangan di taksi gw ada bom lagi." "wah, dokternya kaya teroris deh, bajunya panjang, di jidatnya ada 2 lingkaran hitam (biasanya dikaitkan dengan sering bersujud)." Tampaknya saya akan sering mendengar komentar ini, di negara ini, bahkan dari lingkungan terdekat saya. Maraknya kekerasan dengan mengangkat-angkat identitas agama tampaknya jadi kontraproduktif bagi penganutnya sendiri yang tidak terlibat dengan aksi kelompok kecil tersebut. Entah apa tujuan dari segala kekerasan yang terjadi, yang saya tahu saya prihatin bahwa beberapa kejadian tersebut membuat sesama umat saling mencurigai.  Bagaimanapun kebenaran tetap perlu disampaikan dengan cara yang benar dan santun.

'pengamanan'

kalau energi berasal dari kotoran manusia dan hewan, serta sampah sehari-hari, kemudian terjadi genosida di negara penghasil energi itu, apakah negara-negara lain akan turut melakukan 'pengamanan' yang ekstra hebat? kalau energi dari kotoran dan sampah, perlukah campur tangan negara-negara lain dalam proses 'demokratisasi' negara penghasil energi tersebut? kalau tiap negara tidak menggantungkan sumber energinya ke negara lain, mungkinkah frekuensi perang dan aktivitas penghabisan energi lewat tank-tank dan senjata berat itu bisa berkurang? dan kalau semua negara sudah tidak menggantungkan energi ke negara lain, apakah akan tiba masa negara melakukan 'pengamanan' pasokan air dari negara lain?  kekayaan dan kekurangan memang ujian buat manusia. rasanya teman-teman punya pertanyaan lain yang lebih menarik ya.. - dan ini adalah tulisan saya yang ke-200. yay!

1 hari 1 perubahan

Dua minggu yang lalu saya menggunakan waktu saya untuk keluarga. Salah satu hal paling menyenangkan dari itu adalah kesempatan yang banyak untuk mengobrol dengan bapak dan godain mimi. Jarang saya bercerita tentang bapak, satu-satunya yang bergolongan darah A di antara 5 anggota keluarga. Paling terencana dan patuh aturan. Tiap ayah punya cerita perjuangannya sendiri-sendiri, dan mungkin cerita bapak saya tidak jauh berbeda dengan ayah teman-teman semua. Pertama ke Jakarta umur 17 thn ikut rombongan pedagang kain dari Cirebon, tinggal di satu kamar bersama ibu-ibu dan nenek-nenek para pedagang di daerah Poncol, Jakarta Pusat, tidak jauh dari rumah orang tua mimi saya. Kemudian setiap hari, bangun jam 4 pagi agar tidak perlu mengantri. Bekerja mulai dari pengisi bahan bakar di pom bensin hingga jadi mekanik bengkel ATPM Jepang. Lalu kuliah sambil bekerja. Perkuliahan malam tidak kalah perjuangan, ruang kelas tidak mencukupi jumlah mahasiswa sehingga jika terlambat bapak saya mengikuti ...

Semut

03.00 AM  Terbangun, ke kamar mandi, balik ke kamar, begini begitu. Tiba-tiba lihat dinding, lah ya kok ada garis panjang dari atap ke lantai. Saya ikuti jalurnya, si jalur semut. Apa ini? kata Mbak Enno Lerian ini gejala malas bersih-bersih. Tapi saya baru saja menyapu tadi sore. Oke baiklah mungkin ada yang terlewat. Telasar telusur tidak ada yang mencurigakan. Demi keamanan jam-jam berikutnya saya sapu-sapu dan bersih-bersih. Untuk beberapa saat kafilah semut mulai berkurang, sedikit demi sedikit mereka masuk ke sarangnya yang entah ada di bagian mana atap kamar ini.  05.00 AM nyiaahh.. muncul lagi. Baiklah sapu menyapu lagi, mungkin ada yang terlewat. "Kafilah semut ini pasti akan berkurang saat benda sumber berkumpulnya disingkirkan", pikir saya. Tapi apa benda itu, saya tidak menemukannyaa. huff. Oke untuk sesaat kafilah ini berkurang. 04.45 PM Kafilah semut ada lagi, sama ramainya dengan kafilah 03.00 AM. Baiklah saya sudah tidak bisa menemukan sumbernya. Segera saya...

Bukan Bang Toyib

Oh yes. ini lagu tandingan "Bang Toyib" yang gak pulang-pulang itu, yang konon jika dicermati lebih lanjut musiknya menyadur lagu "Yaa Thoyibah" (maaf kalo salah tulis). Kalau penggunaan nada seperti ini wajar sekali dilakukan di genre musik dangdut sejak jaman dulu. Oh oke kembali ke Bang Toyib yang fofyular ini. Saya sedang mengamati acara musik di salah satu stasiun tv bersama teteh saya. Melihat begitu banyak orang yang sontak bergoyang dan menyanyi saat grup band Wali menyanyikan lagu mereka "Bukan Bang Toyib", saya terkesima. Hebat ya band ini.  Oke jika saya bandingkan dengan selera lagu mayoritas teman-teman saya, band ini akan jauh dari daftar lagu mereka dan juga saya. Iramanya melayu sekali, cenderung dangdut, dengan lirik yang sangat lugas. Tidak perlu majas dan susunan kalimat yang perlu dicerna lebih dalam, seperti lirik lagu Padi misalnya.  Bagian terbaik dari lagu adalah liriknya. Bagi saya, pencipta lagu "Bukan Bang Toyib" i...

se.ku.ler

Ah macam mana pula saya sok-sok-an ngomongin sekulerisme. aishh. Entahlah tapi terkadang saya bertanya-tanya  bentuk sekulerisme seperti apa yang didengung-dengungkan ingin diterapkan di Indonesia?  Saya agak berdebar-debar jika membaca pengertian sekulerisme " secular     spirit   or   tendency,   especially   a   system   of   political   or  social   philosophy   that   rejects   all   forms   of   religious   faith   and  worship."  dari kamus   Memisahkan agama atau keyakinan dari kehidupan sehari-hari dan bernegara? apa ini maksudnya agama hanya sekedar ritual?  Saya tidak setuju kalau begini. Kenapa? (Pendapat saya tentu berlandaskan atas keyakinan saya akan Islam) Seorang ulama bilang dalam mendidik umat, dahulukan tauhid. Keyakinan bahwa Tuhan lebih dekat dari urat nadi kita sendiri, bahwa Ia selalu melihat apa yang kita kerjakan, Ia tahu apa ...

Demonstrasi

Di sesi obral-obrol bersama mimi saya, terpeleset membicarakan hal yang cukup serius meski sebentar.  Mimi (M) : "hari selasa ada unjuk rasa para ulama di Bundaran HI, menuntut pembubaran Ahmadiyah" Saya (A) : "eh? demo? " M : "Iya, mimi kalo gak ngurus Haydar (keponakan saya) mau ikut rasanya" A : "eh? udah tuaa.. udah disini aja gak usah ikut. jihad mimi ngurus cucu.." M : "mimi mau ikut.. bener juga kata pak kiai, berjuang bukan buat diri kita.. hidup juga paling tinggal beberapa tahun lagi. tapi buat anak cucu. bagaimana nanti agamanya? bener apa gak.. itu doang yang mimi khawatiir.." A : "hmm.." sungguh saya tidak bisa berkomentar.  Saya tidak akan mengupas kontroversi Ahmadiyah, ilmu saya tidak ada mengenai itu.  Tetapi tiap orang berhak memperjuangkan kebenaran yang diyakininya, termasuk ibu saya dengan kekhawatirannya terhadap keimanan di masa depan.  hehehe :)

Bekal keluarga

Merasakan apa yang kedua orang tua dan kakak saya lakukan sampai hari ini, rasanya saya tidak pernah ingin membuat mereka bangga. Kebanggaan hanya berujung pada keinginan untuk dipuji manusia, dan saya rasa hal yang sangat tidak penting untuk dilakukan.  Saya hanya ingin Allah ridha pada apa yang mereka lakukan sampai hari ini dan nanti, serta menerima segala usaha dan pengorbanan yang sudah mereka lakukan. Semoga 'bekal' kami sekeluarga cukup.  Amin. *perjalanan selalu membuat pikiran dan hati ini lebih lapang.

Insyaa-aLlaah

Everytime you feel like you cannot go on You feel so lost That your so alone All you is see is night And darkness all around You feel so helpless You can’t see which way to go Don’t despair and never loose hope Cause Allah is always by your side Insya Allah you’ll find your way Everytime you commit one more mistake You feel you can’t repent And that its way too late Your’re so confused, wrong decisions you have made Haunt your mind and your heart is full of shame Don’t despair and never loose hope Cause Allah is always by your side Insya Allah you’ll find your way Turn to Allah He’s never far away Put your trust in Him Raise your hands and pray O Ya Allah Guide my steps don’t let me go astray You’re the only one that showed me the way, Showed me the way Insya Allah we’ll find the way ~ Maher Zain - Thank You Allah Album May 2010 Great album anyway.

Titel

Saya baru makan malam dengan 2 calon peneliti - dosen, dan 1 mahasiswi S2 sama dengan saya. Sambil menyantap kuah sop kaki dengan aroma minyak samin, tiba-tiba pembicaraan sampai pada perempuan yang perlu memperhatikan urusan pasang-pasangan saat mengejar gelar doktor.  Teman 1 : perempuan pulang-pulang bawa gelar doktor, susah juga cari calon suami, biasanya pria yang sudah doktor sudah di-'cup' alias sudah punya calon.  Teman 2 : Iya sih kalo perempuan harus dipikirin tuh. Teman 1 : Ada yang calon ceweknya S2, cowoknya S1, gak boleh tuh sama keluarganya.. Saya : Lah ya emang kenapa sih? lagian titel itu apa? sama - sama belajar kok. Yang satu belajar akademis, yang lainnya ada yang belajar dari pengalaman (praktisi).. Teman 1 : gak tau tuh Teman 2 : *srupuut srupuut* Saya : *nyam nyam lanjut makan* Ah pembicaraan macam ini tidak akan sampai pada kesimpulan. Yang pasti cuma sop kaki bca ini juara banget lah. Kenyaaang dan senaang :D Oiya Teman 3 kayaknya belum samp...

Karunia

Tuhan memang tidak selalu memberikan apa yang kita inginkan, dan sering yang kita butuhkan bukanlah hal yang kita senangi. Tapi saya ingat sekali apa yang dibilang seseorang di suatu kesempatan : "hal atau kejadian yang membuat kamu lebih dekat dengan-Nya, sesungguhnya itulah yang disebut karunia, itulah yang terbaik bagi kamu" Rasanya kalimat itu sudah cukup menenangkan sekaligus meneguhkan. :) ~ditulis hanya untuk melawan lupa