Skip to main content

Posts

Prihatin

"gw naik taksi, supirnya gak lancar bahasa Indonesia, terus di tangannya zikir terus gitu. Haduh gw khawatir, jangan-jangan di taksi gw ada bom lagi." "wah, dokternya kaya teroris deh, bajunya panjang, di jidatnya ada 2 lingkaran hitam (biasanya dikaitkan dengan sering bersujud)." Tampaknya saya akan sering mendengar komentar ini, di negara ini, bahkan dari lingkungan terdekat saya. Maraknya kekerasan dengan mengangkat-angkat identitas agama tampaknya jadi kontraproduktif bagi penganutnya sendiri yang tidak terlibat dengan aksi kelompok kecil tersebut. Entah apa tujuan dari segala kekerasan yang terjadi, yang saya tahu saya prihatin bahwa beberapa kejadian tersebut membuat sesama umat saling mencurigai.  Bagaimanapun kebenaran tetap perlu disampaikan dengan cara yang benar dan santun.

'pengamanan'

kalau energi berasal dari kotoran manusia dan hewan, serta sampah sehari-hari, kemudian terjadi genosida di negara penghasil energi itu, apakah negara-negara lain akan turut melakukan 'pengamanan' yang ekstra hebat? kalau energi dari kotoran dan sampah, perlukah campur tangan negara-negara lain dalam proses 'demokratisasi' negara penghasil energi tersebut? kalau tiap negara tidak menggantungkan sumber energinya ke negara lain, mungkinkah frekuensi perang dan aktivitas penghabisan energi lewat tank-tank dan senjata berat itu bisa berkurang? dan kalau semua negara sudah tidak menggantungkan energi ke negara lain, apakah akan tiba masa negara melakukan 'pengamanan' pasokan air dari negara lain?  kekayaan dan kekurangan memang ujian buat manusia. rasanya teman-teman punya pertanyaan lain yang lebih menarik ya.. - dan ini adalah tulisan saya yang ke-200. yay!

1 hari 1 perubahan

Dua minggu yang lalu saya menggunakan waktu saya untuk keluarga. Salah satu hal paling menyenangkan dari itu adalah kesempatan yang banyak untuk mengobrol dengan bapak dan godain mimi. Jarang saya bercerita tentang bapak, satu-satunya yang bergolongan darah A di antara 5 anggota keluarga. Paling terencana dan patuh aturan. Tiap ayah punya cerita perjuangannya sendiri-sendiri, dan mungkin cerita bapak saya tidak jauh berbeda dengan ayah teman-teman semua. Pertama ke Jakarta umur 17 thn ikut rombongan pedagang kain dari Cirebon, tinggal di satu kamar bersama ibu-ibu dan nenek-nenek para pedagang di daerah Poncol, Jakarta Pusat, tidak jauh dari rumah orang tua mimi saya. Kemudian setiap hari, bangun jam 4 pagi agar tidak perlu mengantri. Bekerja mulai dari pengisi bahan bakar di pom bensin hingga jadi mekanik bengkel ATPM Jepang. Lalu kuliah sambil bekerja. Perkuliahan malam tidak kalah perjuangan, ruang kelas tidak mencukupi jumlah mahasiswa sehingga jika terlambat bapak saya mengikuti ...

Semut

03.00 AM  Terbangun, ke kamar mandi, balik ke kamar, begini begitu. Tiba-tiba lihat dinding, lah ya kok ada garis panjang dari atap ke lantai. Saya ikuti jalurnya, si jalur semut. Apa ini? kata Mbak Enno Lerian ini gejala malas bersih-bersih. Tapi saya baru saja menyapu tadi sore. Oke baiklah mungkin ada yang terlewat. Telasar telusur tidak ada yang mencurigakan. Demi keamanan jam-jam berikutnya saya sapu-sapu dan bersih-bersih. Untuk beberapa saat kafilah semut mulai berkurang, sedikit demi sedikit mereka masuk ke sarangnya yang entah ada di bagian mana atap kamar ini.  05.00 AM nyiaahh.. muncul lagi. Baiklah sapu menyapu lagi, mungkin ada yang terlewat. "Kafilah semut ini pasti akan berkurang saat benda sumber berkumpulnya disingkirkan", pikir saya. Tapi apa benda itu, saya tidak menemukannyaa. huff. Oke untuk sesaat kafilah ini berkurang. 04.45 PM Kafilah semut ada lagi, sama ramainya dengan kafilah 03.00 AM. Baiklah saya sudah tidak bisa menemukan sumbernya. Segera saya...

Bukan Bang Toyib

Oh yes. ini lagu tandingan "Bang Toyib" yang gak pulang-pulang itu, yang konon jika dicermati lebih lanjut musiknya menyadur lagu "Yaa Thoyibah" (maaf kalo salah tulis). Kalau penggunaan nada seperti ini wajar sekali dilakukan di genre musik dangdut sejak jaman dulu. Oh oke kembali ke Bang Toyib yang fofyular ini. Saya sedang mengamati acara musik di salah satu stasiun tv bersama teteh saya. Melihat begitu banyak orang yang sontak bergoyang dan menyanyi saat grup band Wali menyanyikan lagu mereka "Bukan Bang Toyib", saya terkesima. Hebat ya band ini.  Oke jika saya bandingkan dengan selera lagu mayoritas teman-teman saya, band ini akan jauh dari daftar lagu mereka dan juga saya. Iramanya melayu sekali, cenderung dangdut, dengan lirik yang sangat lugas. Tidak perlu majas dan susunan kalimat yang perlu dicerna lebih dalam, seperti lirik lagu Padi misalnya.  Bagian terbaik dari lagu adalah liriknya. Bagi saya, pencipta lagu "Bukan Bang Toyib" i...

se.ku.ler

Ah macam mana pula saya sok-sok-an ngomongin sekulerisme. aishh. Entahlah tapi terkadang saya bertanya-tanya  bentuk sekulerisme seperti apa yang didengung-dengungkan ingin diterapkan di Indonesia?  Saya agak berdebar-debar jika membaca pengertian sekulerisme " secular     spirit   or   tendency,   especially   a   system   of   political   or  social   philosophy   that   rejects   all   forms   of   religious   faith   and  worship."  dari kamus   Memisahkan agama atau keyakinan dari kehidupan sehari-hari dan bernegara? apa ini maksudnya agama hanya sekedar ritual?  Saya tidak setuju kalau begini. Kenapa? (Pendapat saya tentu berlandaskan atas keyakinan saya akan Islam) Seorang ulama bilang dalam mendidik umat, dahulukan tauhid. Keyakinan bahwa Tuhan lebih dekat dari urat nadi kita sendiri, bahwa Ia selalu melihat apa yang kita kerjakan, Ia tahu apa ...

Demonstrasi

Di sesi obral-obrol bersama mimi saya, terpeleset membicarakan hal yang cukup serius meski sebentar.  Mimi (M) : "hari selasa ada unjuk rasa para ulama di Bundaran HI, menuntut pembubaran Ahmadiyah" Saya (A) : "eh? demo? " M : "Iya, mimi kalo gak ngurus Haydar (keponakan saya) mau ikut rasanya" A : "eh? udah tuaa.. udah disini aja gak usah ikut. jihad mimi ngurus cucu.." M : "mimi mau ikut.. bener juga kata pak kiai, berjuang bukan buat diri kita.. hidup juga paling tinggal beberapa tahun lagi. tapi buat anak cucu. bagaimana nanti agamanya? bener apa gak.. itu doang yang mimi khawatiir.." A : "hmm.." sungguh saya tidak bisa berkomentar.  Saya tidak akan mengupas kontroversi Ahmadiyah, ilmu saya tidak ada mengenai itu.  Tetapi tiap orang berhak memperjuangkan kebenaran yang diyakininya, termasuk ibu saya dengan kekhawatirannya terhadap keimanan di masa depan.  hehehe :)

Bekal keluarga

Merasakan apa yang kedua orang tua dan kakak saya lakukan sampai hari ini, rasanya saya tidak pernah ingin membuat mereka bangga. Kebanggaan hanya berujung pada keinginan untuk dipuji manusia, dan saya rasa hal yang sangat tidak penting untuk dilakukan.  Saya hanya ingin Allah ridha pada apa yang mereka lakukan sampai hari ini dan nanti, serta menerima segala usaha dan pengorbanan yang sudah mereka lakukan. Semoga 'bekal' kami sekeluarga cukup.  Amin. *perjalanan selalu membuat pikiran dan hati ini lebih lapang.

Insyaa-aLlaah

Everytime you feel like you cannot go on You feel so lost That your so alone All you is see is night And darkness all around You feel so helpless You can’t see which way to go Don’t despair and never loose hope Cause Allah is always by your side Insya Allah you’ll find your way Everytime you commit one more mistake You feel you can’t repent And that its way too late Your’re so confused, wrong decisions you have made Haunt your mind and your heart is full of shame Don’t despair and never loose hope Cause Allah is always by your side Insya Allah you’ll find your way Turn to Allah He’s never far away Put your trust in Him Raise your hands and pray O Ya Allah Guide my steps don’t let me go astray You’re the only one that showed me the way, Showed me the way Insya Allah we’ll find the way ~ Maher Zain - Thank You Allah Album May 2010 Great album anyway.

Titel

Saya baru makan malam dengan 2 calon peneliti - dosen, dan 1 mahasiswi S2 sama dengan saya. Sambil menyantap kuah sop kaki dengan aroma minyak samin, tiba-tiba pembicaraan sampai pada perempuan yang perlu memperhatikan urusan pasang-pasangan saat mengejar gelar doktor.  Teman 1 : perempuan pulang-pulang bawa gelar doktor, susah juga cari calon suami, biasanya pria yang sudah doktor sudah di-'cup' alias sudah punya calon.  Teman 2 : Iya sih kalo perempuan harus dipikirin tuh. Teman 1 : Ada yang calon ceweknya S2, cowoknya S1, gak boleh tuh sama keluarganya.. Saya : Lah ya emang kenapa sih? lagian titel itu apa? sama - sama belajar kok. Yang satu belajar akademis, yang lainnya ada yang belajar dari pengalaman (praktisi).. Teman 1 : gak tau tuh Teman 2 : *srupuut srupuut* Saya : *nyam nyam lanjut makan* Ah pembicaraan macam ini tidak akan sampai pada kesimpulan. Yang pasti cuma sop kaki bca ini juara banget lah. Kenyaaang dan senaang :D Oiya Teman 3 kayaknya belum samp...

Karunia

Tuhan memang tidak selalu memberikan apa yang kita inginkan, dan sering yang kita butuhkan bukanlah hal yang kita senangi. Tapi saya ingat sekali apa yang dibilang seseorang di suatu kesempatan : "hal atau kejadian yang membuat kamu lebih dekat dengan-Nya, sesungguhnya itulah yang disebut karunia, itulah yang terbaik bagi kamu" Rasanya kalimat itu sudah cukup menenangkan sekaligus meneguhkan. :) ~ditulis hanya untuk melawan lupa

Thank you, sir

One of my lecturer, Mr Rudianto Ekawan passed away last year. He was a mineral economist and productive in writing his thoughts about mineral and economy. Once, he gave me his publication titled "Dilema di balik Peningkatan Produksi" and i put it in my drawer ever since.  Yesterday, I'd felt lost about my theses until I found his publication in my drawer. It helps a lot. Thank you, Sir.  I hope God gives you a beautiful place there.  Habib ibn al-Jilbaab R.A. said, I asked Abdullah ibn Mubarak R.A. “What’s the best thing a human being can be gifted with?” He replied, “A deep understanding.” I said, “If not that?” He replied, “Good manners.” I said, “If not that?” He replied, “A caring brother.” I said, “If not that?” He replied, “Long silence.” I said, “If not that?” He replied, “An early death.

Hatur nuhuun sadayana

Dear Friends, We are making this video to say "Thank You" for your support. Thank you for your time answering   this questionnaire . We reached over 390 respondents within a day, and by the time we upload this video, we have got more than 430 respondents. We can not do this without your help. Surely, thank you for sharing this through your Facebook page, Twitter, IM, and also email.   That, to us, is really meaningful. You are the best.   Best Regards, Wangsa Jelita kecups spesial dari saya yaaa, virtual tentunya. :p

Jawaban

Suatu hari seorang teman pernah merasa bingung, kenapa dia bisa merasa sangat tenang dan seperti tidak khawatir dengan masa depan saat bersama seseorang. Dia bilang kebingungannya itu pada saya, dan saya waktu itu tidak tahu jawabannya.  Jika sekarang ia menanyakannya lagi, saya bisa menjawabnya. Orang yang berada bersamanya pastilah orang saleh. Kenapa? Seorang kiai bicara pada ceramahnya, agar muslim tetap istiqomah, ada beberapa cara yang bisa dilakukan, salah satunya adalah bergaul dengan orang saleh. Kenapa? orang saleh lebih tenang karena lebih jelas melihat kebenaran dan ketenangan itu menular.  Ketenangan hati adalah pancaran kualitas keimanan seseorang dan bukan hal yang tidak mungkin kita miliki. Rasanya indah ya kalau orang yang bersama kita merasa tenang juga, seperti sama-sama berada di oase. Semoga kita mampu mencapai kualitas itu ya.. 

Imperfect life

People say happiness is a choice. Yes I do agree with that.  But when I've chosen happiness it's not that easy to live with it, when this non-sense blue-mood keeps sticking in my back while I'm moving. Life is a constant changing and we shouldn't look back. Sometimes those flashbacks are running in my head. Sometimes we miss those times, those persons whom destined to be with us in a short period of time. Each of us has time in other people life. We give something for their life, and they are meant something for us as well. Each presence has taught us deep lessons.  Choosing to be happy means living with those memories and chin up to move forward. People come and people go. Some people left scars in our heart, but hey they're simply adding different colors to our life.  Life is about choices, it is God who let it happens. We have to learn to loosen up our life string. May every lesson we've taken these days has taught us to be a better person.   I write thi...

Pikinik

Hari minggu kemarin, saat saya menunggu fotokopi bahan kerjaan. Aa saya mengajak ke Monas, senin malam. Sontak saya bilang "YUK!", diikuti dengan keikutsertaan, ibu, kakak ipar dan dua anaknya, serta ayah saya yang diajak belakangan. Dengan kadar impulsive meluap-luap, kami sekeluarga berangkat ke Monas jam 9 malam, lengkap dengan perbekalan. Piknik?  Yap. piknik dengan pakaian gamis lengkap untuk para wanita dan peci putih buat pria-pria di keluarga kami. Untuk orang-orang yang paranoid dengan kumpulan pria berpeci putih dan bersarung naik motor, mungkin kegiatan itu akan sedikit mengancam ya. Orang yang berkumpul memang banyak sekali, datang bersama keluarga atau sendiri. Panitia semua menggunakan peci putih, sarung, dan jaket hitam identitas majelis. Wanita nya menggunakan gamis hitam dan beberapa ada yang bercadar. :p Well, kita punya pemahaman masing-masing soal iman kan? Kehidupan sehari-hari saya dipenuhi opini yang berseberangan dengan orang-orang yang berkumpul dis...

Pilihan dan Takdir

Iman. Takdir. Berminggu-minggu saya mempertanyakan kedua kalimat ini. Berminggu-minggu pula saya mencoba mencari jawabannya. Cari di search engine  , di website baru para ustadz , di buku Pak Quraish Shihab. Ah beginilah nasib orang belajar otodidak. Sempat pula bertanya pada teman dan dijawab dengan definisi KBBI. Takdir (qadar) berasal dari qadarra yang artinya kadar/ukuran yang ditetapkan Allah SWT atas sesuatu. (Quraish Shihab). Bahwa setiap hal yang terjadi di seluruh alam ini telah ditetapkan ukuran-ukurannya. Ukuran-ukuran ini tidak bersifat memaksa, dan manusia bebas menentukan pilihannya. Dan setiap pilihan yang dibuat akan mendapatkan reward sesuai dengan sifat pilihannya, taat atau maksiat. Saya cukup tercengang, biasanya saya selalu mendengar hidup-mati, jodoh, rezeki itu sudah ditentukan. Dari artikel dari eramuslim ini, saya tahu jodoh dan rezeki adalah salah satu takdir yang kita memiliki kebebasan untuk memilih. Benarkah jika saya menyimpulkan bahwa...

Perempuan + Wirausaha Campuran Manis :)

Astaga gak sadar nge-BOM postingan! ah yasudah lah, dicicil bacanya juga gak apa-apa kan. Tapi bener deh kali ini saya lagi share yang cukup informatif kok. #membeladiri. Postingan sebelumnya kan saya kebingungan, eh ini ada hint nya sedikit soal perempuan dan wirausaha. hahahahaa #kesenengan  Ini saatnya menata hidup kayaknya, banyak informasi ternyataa.. fufufufu Oh ini yang saya baca tadi :  Risiko kecil : Di masa sekarang, bukan hal asing lagi kalau dalam rumah tangga baik suami maupun istri sama-sama bekerja. Namun, tak jarang pula hanya suami yang bekerja dan menjadi tulang punggung ekonomi keluarga. Nah, agar bisa semakin menunjang kebutuhan hidup sehari-hari, tak ada salahnya bila istri menjalankan bisnis dari rumah. Sumber pemasukan suami tetap "aman" sementara istri bisa ikut menunjang nafkah keluarga. Suami-istri saling mendukung dalam menjalankan bisnis tersebut.  Multitasking :   Salah satu kelebihan yang dimiliki perempuan adalah bisa mengerjakan ba...

Dilema

Ah dilema ini bukan punya saya saja kayaknya. Saya sedang semester akhir kuliah, student loan dan idealisme punya perusahaan sendiri itu kadang benturan. Kalau saya kerja, jelas gak usah mikirin menggaji orang lain lewat wirausaha, tapi wirausaha punya magnet sendiri. Nanti kalau saya berkeluarga kan jadwalnya bisa saya atur sendiri antara keluarga dan usaha. Bawa anak kemana-mana juga asik, ibu wirausaha gitu deh ceritanya. :p Social Entrepreneurship nah! gmn cara mewujudkannya ya. Sebenarnya banyak artikel untuk menjawab dilema ini. Auum.. lolongan kebingungan.. Ini salah satu artikel yang saya baca. Hmm.. any advice?  Baca Peluang :  Cara terbaik mengetahui pilihan yang tepat adalah dengan membuat pertimbangan peluang bisa memberikan prospek yang bagus bagi diri kita ke depan. Bila prospeknya bagus dan hal itu bisa terjadi, maka apapun pilihannya takkan jadi masalah. Fokus pada tujuan : Pahami bila pada setiap usaha pasti akan mengalami masa sulit. Tanamkan dalam pemikiran...

Blazer Hunting

Sungguh deh akhir-akhir ini saya lagi bener-bener nyari Blazer. Hip banget gak sih pake blazer, tapi buat saya itu adalah investasi. Kenapa? karena dengan modal kaus panjang + blazer saya sudah bisa tampil rapi. Artinya tidak usah beli banyak kemeja untuk terlihat rapi. :p Hemat hemat. Hunting hunting sampai terpikir apa bikin aja dari batik ya.. haem. Oke ternyata majalah favorit saya dan ibu saya membahas juga soal blazer ini. Spesifik sih Boyfriend Blazer, oversized blazer gitu.. yah bolehlah kita coba survey. Asiknya majalah ini ada websitenya  http://tabloidnova.com/Nova/Busana/Busana-Kerja/The-Boyfriend-Blazer  gak perlu dah kita kejar-kejar lagi si tukang koran.. hahahaha sampe sekarang ibu saya masih loh ngejar-ngejar tukang koran, saya sih tinggal klik klik aja. Oiya artikel yang ini kan membahas fashion ya, tampilan detail nya informatif, tapi tulisannya masih tumpuk tumpuk.. agak bingung sih bacanya, tapi kalo liat fotonya yaa ngiler juga.. :)) Ini dari sum...