Skip to main content

Posts

Titel

Saya baru makan malam dengan 2 calon peneliti - dosen, dan 1 mahasiswi S2 sama dengan saya. Sambil menyantap kuah sop kaki dengan aroma minyak samin, tiba-tiba pembicaraan sampai pada perempuan yang perlu memperhatikan urusan pasang-pasangan saat mengejar gelar doktor.  Teman 1 : perempuan pulang-pulang bawa gelar doktor, susah juga cari calon suami, biasanya pria yang sudah doktor sudah di-'cup' alias sudah punya calon.  Teman 2 : Iya sih kalo perempuan harus dipikirin tuh. Teman 1 : Ada yang calon ceweknya S2, cowoknya S1, gak boleh tuh sama keluarganya.. Saya : Lah ya emang kenapa sih? lagian titel itu apa? sama - sama belajar kok. Yang satu belajar akademis, yang lainnya ada yang belajar dari pengalaman (praktisi).. Teman 1 : gak tau tuh Teman 2 : *srupuut srupuut* Saya : *nyam nyam lanjut makan* Ah pembicaraan macam ini tidak akan sampai pada kesimpulan. Yang pasti cuma sop kaki bca ini juara banget lah. Kenyaaang dan senaang :D Oiya Teman 3 kayaknya belum samp...

Karunia

Tuhan memang tidak selalu memberikan apa yang kita inginkan, dan sering yang kita butuhkan bukanlah hal yang kita senangi. Tapi saya ingat sekali apa yang dibilang seseorang di suatu kesempatan : "hal atau kejadian yang membuat kamu lebih dekat dengan-Nya, sesungguhnya itulah yang disebut karunia, itulah yang terbaik bagi kamu" Rasanya kalimat itu sudah cukup menenangkan sekaligus meneguhkan. :) ~ditulis hanya untuk melawan lupa

Thank you, sir

One of my lecturer, Mr Rudianto Ekawan passed away last year. He was a mineral economist and productive in writing his thoughts about mineral and economy. Once, he gave me his publication titled "Dilema di balik Peningkatan Produksi" and i put it in my drawer ever since.  Yesterday, I'd felt lost about my theses until I found his publication in my drawer. It helps a lot. Thank you, Sir.  I hope God gives you a beautiful place there.  Habib ibn al-Jilbaab R.A. said, I asked Abdullah ibn Mubarak R.A. “What’s the best thing a human being can be gifted with?” He replied, “A deep understanding.” I said, “If not that?” He replied, “Good manners.” I said, “If not that?” He replied, “A caring brother.” I said, “If not that?” He replied, “Long silence.” I said, “If not that?” He replied, “An early death.

Hatur nuhuun sadayana

Dear Friends, We are making this video to say "Thank You" for your support. Thank you for your time answering   this questionnaire . We reached over 390 respondents within a day, and by the time we upload this video, we have got more than 430 respondents. We can not do this without your help. Surely, thank you for sharing this through your Facebook page, Twitter, IM, and also email.   That, to us, is really meaningful. You are the best.   Best Regards, Wangsa Jelita kecups spesial dari saya yaaa, virtual tentunya. :p

Jawaban

Suatu hari seorang teman pernah merasa bingung, kenapa dia bisa merasa sangat tenang dan seperti tidak khawatir dengan masa depan saat bersama seseorang. Dia bilang kebingungannya itu pada saya, dan saya waktu itu tidak tahu jawabannya.  Jika sekarang ia menanyakannya lagi, saya bisa menjawabnya. Orang yang berada bersamanya pastilah orang saleh. Kenapa? Seorang kiai bicara pada ceramahnya, agar muslim tetap istiqomah, ada beberapa cara yang bisa dilakukan, salah satunya adalah bergaul dengan orang saleh. Kenapa? orang saleh lebih tenang karena lebih jelas melihat kebenaran dan ketenangan itu menular.  Ketenangan hati adalah pancaran kualitas keimanan seseorang dan bukan hal yang tidak mungkin kita miliki. Rasanya indah ya kalau orang yang bersama kita merasa tenang juga, seperti sama-sama berada di oase. Semoga kita mampu mencapai kualitas itu ya.. 

Imperfect life

People say happiness is a choice. Yes I do agree with that.  But when I've chosen happiness it's not that easy to live with it, when this non-sense blue-mood keeps sticking in my back while I'm moving. Life is a constant changing and we shouldn't look back. Sometimes those flashbacks are running in my head. Sometimes we miss those times, those persons whom destined to be with us in a short period of time. Each of us has time in other people life. We give something for their life, and they are meant something for us as well. Each presence has taught us deep lessons.  Choosing to be happy means living with those memories and chin up to move forward. People come and people go. Some people left scars in our heart, but hey they're simply adding different colors to our life.  Life is about choices, it is God who let it happens. We have to learn to loosen up our life string. May every lesson we've taken these days has taught us to be a better person.   I write thi...

Pikinik

Hari minggu kemarin, saat saya menunggu fotokopi bahan kerjaan. Aa saya mengajak ke Monas, senin malam. Sontak saya bilang "YUK!", diikuti dengan keikutsertaan, ibu, kakak ipar dan dua anaknya, serta ayah saya yang diajak belakangan. Dengan kadar impulsive meluap-luap, kami sekeluarga berangkat ke Monas jam 9 malam, lengkap dengan perbekalan. Piknik?  Yap. piknik dengan pakaian gamis lengkap untuk para wanita dan peci putih buat pria-pria di keluarga kami. Untuk orang-orang yang paranoid dengan kumpulan pria berpeci putih dan bersarung naik motor, mungkin kegiatan itu akan sedikit mengancam ya. Orang yang berkumpul memang banyak sekali, datang bersama keluarga atau sendiri. Panitia semua menggunakan peci putih, sarung, dan jaket hitam identitas majelis. Wanita nya menggunakan gamis hitam dan beberapa ada yang bercadar. :p Well, kita punya pemahaman masing-masing soal iman kan? Kehidupan sehari-hari saya dipenuhi opini yang berseberangan dengan orang-orang yang berkumpul dis...

Pilihan dan Takdir

Iman. Takdir. Berminggu-minggu saya mempertanyakan kedua kalimat ini. Berminggu-minggu pula saya mencoba mencari jawabannya. Cari di search engine  , di website baru para ustadz , di buku Pak Quraish Shihab. Ah beginilah nasib orang belajar otodidak. Sempat pula bertanya pada teman dan dijawab dengan definisi KBBI. Takdir (qadar) berasal dari qadarra yang artinya kadar/ukuran yang ditetapkan Allah SWT atas sesuatu. (Quraish Shihab). Bahwa setiap hal yang terjadi di seluruh alam ini telah ditetapkan ukuran-ukurannya. Ukuran-ukuran ini tidak bersifat memaksa, dan manusia bebas menentukan pilihannya. Dan setiap pilihan yang dibuat akan mendapatkan reward sesuai dengan sifat pilihannya, taat atau maksiat. Saya cukup tercengang, biasanya saya selalu mendengar hidup-mati, jodoh, rezeki itu sudah ditentukan. Dari artikel dari eramuslim ini, saya tahu jodoh dan rezeki adalah salah satu takdir yang kita memiliki kebebasan untuk memilih. Benarkah jika saya menyimpulkan bahwa...

Perempuan + Wirausaha Campuran Manis :)

Astaga gak sadar nge-BOM postingan! ah yasudah lah, dicicil bacanya juga gak apa-apa kan. Tapi bener deh kali ini saya lagi share yang cukup informatif kok. #membeladiri. Postingan sebelumnya kan saya kebingungan, eh ini ada hint nya sedikit soal perempuan dan wirausaha. hahahahaa #kesenengan  Ini saatnya menata hidup kayaknya, banyak informasi ternyataa.. fufufufu Oh ini yang saya baca tadi :  Risiko kecil : Di masa sekarang, bukan hal asing lagi kalau dalam rumah tangga baik suami maupun istri sama-sama bekerja. Namun, tak jarang pula hanya suami yang bekerja dan menjadi tulang punggung ekonomi keluarga. Nah, agar bisa semakin menunjang kebutuhan hidup sehari-hari, tak ada salahnya bila istri menjalankan bisnis dari rumah. Sumber pemasukan suami tetap "aman" sementara istri bisa ikut menunjang nafkah keluarga. Suami-istri saling mendukung dalam menjalankan bisnis tersebut.  Multitasking :   Salah satu kelebihan yang dimiliki perempuan adalah bisa mengerjakan ba...

Dilema

Ah dilema ini bukan punya saya saja kayaknya. Saya sedang semester akhir kuliah, student loan dan idealisme punya perusahaan sendiri itu kadang benturan. Kalau saya kerja, jelas gak usah mikirin menggaji orang lain lewat wirausaha, tapi wirausaha punya magnet sendiri. Nanti kalau saya berkeluarga kan jadwalnya bisa saya atur sendiri antara keluarga dan usaha. Bawa anak kemana-mana juga asik, ibu wirausaha gitu deh ceritanya. :p Social Entrepreneurship nah! gmn cara mewujudkannya ya. Sebenarnya banyak artikel untuk menjawab dilema ini. Auum.. lolongan kebingungan.. Ini salah satu artikel yang saya baca. Hmm.. any advice?  Baca Peluang :  Cara terbaik mengetahui pilihan yang tepat adalah dengan membuat pertimbangan peluang bisa memberikan prospek yang bagus bagi diri kita ke depan. Bila prospeknya bagus dan hal itu bisa terjadi, maka apapun pilihannya takkan jadi masalah. Fokus pada tujuan : Pahami bila pada setiap usaha pasti akan mengalami masa sulit. Tanamkan dalam pemikiran...

Blazer Hunting

Sungguh deh akhir-akhir ini saya lagi bener-bener nyari Blazer. Hip banget gak sih pake blazer, tapi buat saya itu adalah investasi. Kenapa? karena dengan modal kaus panjang + blazer saya sudah bisa tampil rapi. Artinya tidak usah beli banyak kemeja untuk terlihat rapi. :p Hemat hemat. Hunting hunting sampai terpikir apa bikin aja dari batik ya.. haem. Oke ternyata majalah favorit saya dan ibu saya membahas juga soal blazer ini. Spesifik sih Boyfriend Blazer, oversized blazer gitu.. yah bolehlah kita coba survey. Asiknya majalah ini ada websitenya  http://tabloidnova.com/Nova/Busana/Busana-Kerja/The-Boyfriend-Blazer  gak perlu dah kita kejar-kejar lagi si tukang koran.. hahahaha sampe sekarang ibu saya masih loh ngejar-ngejar tukang koran, saya sih tinggal klik klik aja. Oiya artikel yang ini kan membahas fashion ya, tampilan detail nya informatif, tapi tulisannya masih tumpuk tumpuk.. agak bingung sih bacanya, tapi kalo liat fotonya yaa ngiler juga.. :)) Ini dari sum...

Being strong is the only choice

When God really answers our prayers, what do we feel? Happy or sad?  Because God answers in different ways. Because God knows us better than ourselves. Because when we ask for strength, God gives us many challenges and heartbreaks. We'll get stronger and better. Let's enjoy this mysterious life. Fall seven, stand up eight! 

Gagal

Tahun ini saya dihadapkan dengan kegagalan. Kegagalan yang lebih spesifik, saya bahkan tidak bisa mewujudkan rencana yang sudah saya siapkan berbulan-bulan dengan rekan saya.  Sejak bulan Mei saya mempersiapkan karya ilmiah untuk diikutsertakan di konferensi pelajar Indonesia. Proses pencarian tema saja saja saya dan rekan sudah mau guling-guling di pasir. Detik-detik terakhir barulah kami setuju dengan salah satu tema. Well mungkin bisa saya bilang, prosesnya memang berliku. Selesai abstrak kami diterima, tantangan baru pun datang. Abstrak ini bukan paper/karya ilmiah yang sudah jadi. Kami harus membuat full papernya. Ealah, ini kan khayalan kami tanpa mempertimbangkan ketersediaan data. Mulailah perjuangan kedua, menemukan narasumber dan sumber data yang bisa mendukung ide kami, dan mencari sponsor untuk membantu kami pergi ke salah satu negara Eropa untuk konferensi tersebut. Saya targetkan minggu pertama untuk menyebarkan proposal sponsor, minggu kedua ngebut bikin paper....

Cobaan

Kalau cobaan datang bertubi-tubi seperti ini, rasanya sedih atau panik juga tiada guna.  Semakin banyak cobaan, semakin ikhlas Semakiin akuu cintaaaa.. :) Be with us always, my Dearest God..

Pijar ragu..

Hari seperti biasanya :  siang berganti malam, malam berganti siang. Begitu pula hidup yang dijalani Matahari yang gagah memberi harapan,  menggugah tiap raga yang tidur untuk bangun dan bergerak Malam pun mengganti Tidak ada matahari yang memberi harapan benderang,  namun tetap ada asa dipancar bintang, meski pijar nya ragu Namun malam tak selalu ditemani bintang tak jarang ia gulita Pijar yang ragu pun semakin samar.. oh, ia tak terlihat sama sekali sekarang dan mungkin malam seperti itu yang ada di hari ini.. Mata ini begitu rabun, mengutuk malam karena begitu kelam Harapan hanya mendamba pijar ragu.. Se titik asa gila yang diyakini ada.. Sampai kapan mendongak mencari se titik sinar di cakrawala hitam? Mungkin raga sudah seharusnya tunduk, tidak lagi mencari pijar di kelam nya malam ini  Lalu mulai menghidupkan pijar diri sendiri dalam hati dan mengimani Tak ada yang sia-sia segala ciptaan dan kehendak-Nya Karena ini hanya ...

nggemesin..

Dulu saya pernah posting lovely weekends , dimana saya senang lihat Superman yang aerobik di depan BRI Dago . Hari ini saya bertemu dengan si pembuat event itu, si penggiat ide Superman itu, hahaha halo Febri. Uniknya lagi, ternyata proposal thesis saya, hasil tugas 2 semester lalu, sudah ada di tangan dia. Ahaha Hidup, kamu ngegemesiiin deh.. :D Kejutan, kejutan datang lebih sering ya. Kalau tidak saya bisa bosan. :)

Tidak berharap dan tidak takut

Apa jadinya ya kalau keadaan seperti ini ?  Ada dalam keadaan tidak berharap pun tidak takut pada Allah SWT.. sehingga.. terlena dengan curahan nikmat sehingga lalai dari mensyukurinya,  sibuk mengumpulkan ilmu namun lalai dari mengamalkannya,  cepat terseret dalam dosa namun lambat dalam bertaubat, terlena dengan persahabatan dengan orang-orang saleh namun lalai dari meneladani mereka,  dunia pergi meninggalkan mereka namun mereka justru senantiasa mengejarnya,  akherat datang menghampiri mereka namun mereka justru tidak bersiap-siap untuk menyambutnya. Rasanya keenam kondisi ini bukan yang jarang kita alami, oke setidaknya saya.  Astaghfirullahaladzim. (dicukil dari muslim.or.id)

doa itu terhubung ya?

Seberapa jauh sih keterlibatan emosional antara orang yang berdoa dengan yang didoakan? Katakanlah ibu kita, setiap hari pasti beliau mendoakan, setiap ada masalah ibu saya pasti ada firasat begitu pun sebaliknya. Keterlibatan emosional ini hampir saya alami dengan semua orang yang saya doakan. Saya punya beberapa orang yang saya doakan setiap hari dan saya punya beberapa hari tiap bulan untuk cuti shalat, buruknya otomatis frekuensi berdoa saya berkurang. Hal yang sudah 2 kali ini saya alami, biasanya di periode inilah saya menerima kabar yang kurang mengenakan (bagi saya) dari orang-orang yang saya doakan. Hmmhh.. doa itu benar-benar terhubung ya? Atau mungkin ini teguran agar saya berdoa tiap hari tanpa kecuali... :'( Astaghfirullahaladzhiiimm..